Jumlah dan Kemelimpahan Telur Aedes sp. di Ovitrap dan Kerentanan Aedes aegypti Terhadap Abate

Authors

  • Elyza Widyastuti Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
  • Emantis Rosa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
  • Gina Dania Pratami Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
  • M Kanedi Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.32528/bioma.v8i1.374

Keywords:

Ovitrap, Kerentanan, Abate, Aedes sp

Abstract

Demam Berdarah Dengue ialah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Berbagai upaya pengendalian sudah dilakukan namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan menggunakan ovitrap untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021, di tiga Lingkungan (LK) Kelurahan Way Halim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan kemelimpahan telur nyamuk Aedes sp. pada ovitrap dan kerentanan larva nyamuk Ae.aegypti terhadap abate. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa jumlah telur yang terperangkap pada ovitrap baik di dalam mapun di luar rumah tertinggi adalah di LK II sebesar 558 butir Aedes sp, sedangkan Indeks kemelimpahan telur Aedes.sp di luar rumah lebih tinggi dari di dalam rumah yaitu sebanyak 1024 butir. Hasil uji kerentanan larva Ae.aegypti terhadap Abate setelah 24 jam terpapar menunjukkan bahwa 99% larva Ae. aegypti mengalami kematian, keadaaan ini dikategorikan dengan status rentan.

References

Angeline dan Olivia Rahman. 2016. Uji Resistensi Larva Nyamuk Aedes Aegypti terhadap Abate (Temephos) 1% Di Kelurahan Mayang Mangurai Kota Jambi Pada Tahun 2016. Jambi Medical Jurnal (JMJ), 4 (2).

Ariani, P.L dan Widana I.N.S. 2016. Pengaruh air rendaman Jerami pada ovitrap terhadap Jumlah Telur Nyamuk demam Berdarah (Aedes sp) yang terperangkap . Jurnal Emassains 5, 8-12

Ary Oys, Damar Tb, Retno H. 2011. Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) di Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga terhadap Temephos (Organofosfat). Jurnal Vektora; 2(1).

Depkes. R.I. 1989. Kunci Identifikasi Aedes Jentik dan Dewasa di Jawa. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. 2020. Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2019. Dinas Ksehatan Provinsi Lampung. Lampung

Fatmawati, T. 2014. Distribusi dan Kelimpahan Larva Nyamuk Aedes sp. di Kelurahan Sukorejo Gunungpati Semarang Berdasarkan Peletakan Ovitrap. [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Semarang.

George, L., Lenhart, A., Toledo, J., Lazaro, A., Han, W.W., and Velayudhan, R. 2015. Community Effectiveness of Temefos for Dengue Vector Control: a Systematic Literature Review. PLoSNegl Trop Dis. 9 (9).

Handayani, Nur. 2016. Status Resistensi Larva Aedes aegypti Terhadap Temephos Di Wilayah Perimeter Dan Buffer Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang. Download http://Eprints.Undip.Ac.Id/47653/1/5499.Pdf

Ipa, M., Hendri, J., Hakim, L., dan Muhammad, R. 2017. Status Kerentanan Larva Aedes aegypti terhadap Temefos (Organofosfat) di Tiga Kabupaten/ Kota Provinsi Aceh. Aspirator. 9(2) :77-84.

Kamble, S.M., Ohol, R.R., and Koparkar, A.D. 2012. Acute Toxicity of Dimecron Concentration on Mortality and Behaviour of Freshwater Fish Barilus Bendelisis from River Godavari Nanded. Int Indexed and Reffered Research Journal. 3: 86-89.

Kemenkes.R.I. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Murad, K.U.F. 2019. Uji Resistensi Larva Nyamuk Aedes aegypti Terhadap Abate (Abate1%) di Kelurahan Kampung Baru Kota Bandar Lampung. [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung. Lampung.

Prasetyowati, H., Puji, A.E dan Ruliansyah, A. 2016. Penggunaan Insektisida Rumah Tangga dalam Pengendalian Populasi Ae. aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta. Jurnal Aspirator. 5(8) : 29-36.

Ramadhani, M. dan Astuty, H. 2013. Kepadatan dan Penyebaran Aedes aegypti Setelah Penyuluhan DBD di Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat. Jurnal Kedokteran Indonesia. 1(1):10- 14.

Rasyid R, Khairatun N. 2011. Larva Aedes aegypti Sudah Toleran Terhadap Temephos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora 3(2);93-111.

Rosa,E., Dahelmi.,Siti salmah and Syamsuardi. 2015. Detection of Transovrial Dengue Virus with RT-PCR in Aedes albopictus larvae Inhabiting Phytotelmata inendemic DHF areas in West Sumatera. American Journal of Infectious Diseases and Microbiology, 14-17.

Santos. EM.M.,Molesantose, M.A.V., Claudia, M.F.O Juliana and Cleide, M.R.A.C. 2012

Evaluation of a Stcky Trap (Aedes Trap) Made From Disposible Plastic Bootles as Monitoring Tool for Aedes aegypti Populations. Jurnal Parasite and Vector.5, 1-10

Word Health Organization (WHO). 2020. Dengue and Severe Dengue https://apps.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/index.html di akses 4 Februari 2021.

Word Health Organization (WHO). 1981. Instruction for Determining the Susceptibility or Resistance od Mosquito Larvae to Incecticide http://apps.who.iny/iris/handle/10665/69615.(diakses pada 15 Oktober 2020)

Downloads

Published

2023-03-31

How to Cite

Widyastuti, E., Rosa, E., Pratami, G. D., & Kanedi, M. (2023). Jumlah dan Kemelimpahan Telur Aedes sp. di Ovitrap dan Kerentanan Aedes aegypti Terhadap Abate. Bioma : Jurnal Biologi Dan Pembelajaran Biologi, 8(1). https://doi.org/10.32528/bioma.v8i1.374