Kalender Ekologi Petani Desa Curah Takir Jember sebagai E-modul

Authors

  • Indah Rahmawati Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Jember
  • Agus Prasetyo Utomo Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Jember

DOI:

https://doi.org/10.32528/bioma.v8i1.375

Keywords:

Petani Desa Curah Takir, E-modul, Kalender Ekologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kalender ekologi lokal yang dimiliki petani Desa Curah Takir Kabupaten Jember dan mengembangkannya menjadi sumber belajar biologi E-modul siswa SMA/MA kelas X. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitiatatif menggunakan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengujian keshahihan data dilakukan melalui Cross-referenced information, Repeated information, dan Triangulasi sumber data. Pengembangan sumber belajar mengacu model ADDIE yang pada tahap Analysis, Design, dan Develoment. Uji kelayakan produk melibatkan ahli media, materi, dan bahasa. Kalender ekologi lokal  yang dimiliki petani Desa Curah Takir berdasarkan tanda-tanda alam yang terdiri dari 9 perilaku hewan, 6 pertanda tumbuhan, 2 pertanda bintang, 1 pertanda awan, dan 2 pertanda posisi matahari. Pengetahuan lokal tersebut mereka gunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan sawah dan penentuan musim tanam. E-Modul Biologi yang dikembangkan sesuai dengan KD3.10 dan 4.10 dan berdasarkan hasil uji kelayakan ahli media, materi, dan bahasa memperoleh rata-rata presentase 88% dengan kriteria kelayakan “Sangat Layak, Tidak Perlu Direvisi”.

References

Bungin, M. B. (2012). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Burhanuddin, N., Mahbub, A. S., & Makkarennu. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kajang Menentukan Iklim dalam Pengelolaan Kawasan Hutan. 1–10.

Cahyadi, A. (2019). Pengembangan Media dan Sumber Belajar. Ebook, 1–6.

Fatmawati, P. (2019). Pengetahuan Lokal Petani Dalam Tradisi Bercocok Tanam Padi Oleh Masyarakat Tapango Di Polewali Mandar. Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya, 10(1), 85–95. https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i1.41

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. 1–14.

Kautsar, M. A., Huzaifah, S., & Riyanto. (2015). Keanekaragaman Jenis Serangga Nokturnal Di Kebun Botani Kampus Fkip Universitas Sriwijaya Indralaya Dan Sumbangannya Pembelajaran Biologi Di Sma. Jurnal Pembelajaran Biologi,2, 124–136.

Khotimah, K., Nurcahayati, & Ridho, R. (2018). Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Berbasis Pengetahuan Lokal Masyarakat Suku Osing di Kecamatan Licin Banyuwangi. Biosense, 1(1), 36–50.

Kristanto, Y., Agustin, T., & Muhammad, F. R. (2017). Pendugaan Karakteristik Awan berdasarkan Data Spektral Citra Satelit Resolusi Spasial Menengah Landsat 8 Oli / Tirs ( Studi Kasus : Provinsi Dki Jakarta ). Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, 4(2), 42–51.

Mauli, B., Bustam, R., Dahlan, U. A., & No, J. P. (2022). Akulturasi Penanggalan Jawa Perspektif Islam dalam Kehidupan Para Petani. 26(1), 50–68.

Mukti, A. S., & Noor, T. I. (2016). Kearifan Lokal Dalam Sistem Agribisnis Padi Sawah, Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 4 Nomor 3, Mei 2018 Tabel, 4(May), 31–48.

Mulyoutami, E., Stefanus, E., Schalenbourg, W., Rahayu, S., & Joshi, L. (2016). Pengetahuan Lokal Petani Dan Inovasi Ekologi Dalam Konservasi Dan Pengolahan Tanah Pada Pertanian Berbasis Kopi Di Sumberjaya, Lampung Barat Elok. World Agroforestry Center – ICRAF SE Asia, 98–107.

Musafiri, M. R. Al, Utaya, S., & Astina, I. K. (2016). Potensi Kearifan Lokal Suku Using Di Kabupaten Banyuwangi.Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(10), 2040–2046.

Nurindah, & Yulianti, T. (2018). Strategi Pengelolaan Serangga Hama dan Penyakit Tebu dalam Menghadapi Perubahan Iklim.Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 10(April), 39–53. https://doi.org/10.21082/btsm.v9n1.2018.

Pramana, M. W. A., Jampel, I. N., & Pudjawan, K. (2020). Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Melalui E-Modul Berbasis Problem Based Learning. Jurnal Edutech Undiksha, 8(2), 17. https://doi.org/10.23887/jeu.v8i2.28921

Rahayu, R. (2007). Mengenal Kunang-Kunang Melalui Habitat Dan Ciri-Ciri Morfologi.

Rahmah, S. M., Dharmono, D., & Prahatama Putra, A. (2021). Kajian Etnobotani Tumbuhan Bungur (Lagerstroemia speciosa) di Kawasan Hutan Bukit Tamiang Kabupaten Tanah Laut sebagai Buku Ilmiah Populer. Biodik, 7(01), 1–12. https://doi.org/10.22437/bio.v7i01.12048

Rasmikayati, E., & Djuwendah, E. (2015). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Perilaku Dan Pendapatan Petani (The Impact Of Climate Change To Farmers’ Behavior And Revenue). Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 22(3), 372. https://doi.org/10.22146/jml.18764

Setiadi, T., & Zainul, R. (2019). Pengembangan E-Modul Asam Basa Berbasis Discovery Learning Untuk Kelas XI SMA/MA. https://doi.org/10.31227/osf.io/ugcrk

Sukari. (2008). Kearifan Lokal Petani Garam dan Tambak Ikan Di Kalianget Madura. Jantra, 3.

Suprihatin, L. S. (2019). Sistem Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi Dari Dahulu Hingga Kini.Faktualita, 14(1), 15–18.

Ulha, F., Aziz, Ri., & Baskoro, R. (2014). Arah dan Kecepatan Angin Musiman Serta Kaitannya dengan Sebaran Suhu Permukaan Laut di Selatan Pangandaran Jawa Barat. Arah dan Kecepatan Angin Musiman serta Kaitannya dengan Sebaran Suhu Permukaan Laut di Selatan Pangandaran Jawa Barat, 3(3), 429–437. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jose

Utomo, A. P., Al Muhdhar, M. H. I., Syamsuri, I., & Indriwati, S. E. (2020). Local knowledge of the using tribe farmers in environmental conservation in Kemiren Village, Banyuwangi, Indonesia. Biosfer, 13(1), 14–27. https://doi.org/10.21009/biosferjpb.v13n1.14-27

Downloads

Published

2023-03-31

How to Cite

Rahmawati, I., & Utomo, A. P. . (2023). Kalender Ekologi Petani Desa Curah Takir Jember sebagai E-modul. Bioma : Jurnal Biologi Dan Pembelajaran Biologi, 8(1). https://doi.org/10.32528/bioma.v8i1.375