Kelayakan Modul Pengayaan sebagai Bahan Ajar Submateri Interaksi dalam Ekosistem
Keywords:
Modul, Pengayaan, Bahan Ajar, EkosistemAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan modul pengayaan sebagai bahan ajar submateri interaksi dalam ekosistem kelas X SMA dalam membantu siswa dapat belajar secara mandiri tanpa bergantung kepada guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model” Plomp. Hasil perhitungan nilai aiken’s V dari 10 kriteria oleh 5 orang validator, diperoleh nilai sebesar 0,91 dengan kategori valid. Sedangkan untuk hasil analisis reliabilitas pada penelitian ini yaitu menggunakan Interclass Correlation Coefficient atau ICC dengan model “Two Way Mixed Model tipe Multiple Raters dan definisi Absolute Agremeent” dengan interval kepercayaan 95% menggunakan bantuan aplikasi SPSS Statistisc 25. Hasil analisis data yang didapat yaitu rata-rata 0,574 dan masuk kategori “reliabilitas sedang/cukup”. Hal ini membuktikan bahwa modul yang telah dikembangkan telah memenuhi kelima aspek dalam pengujian kevalidan dari validator dan dinyatakan valid atau layak digunakan sebagai bahan ajar pada submateri interaksi dalam ekosistem di kelas X SMA.
References
Aiken, L. .. 1985. “Three Coefficients For Analyzing The Reliability and Validity of Ratings.” Educational and Psychological Measurement 45:131–41.
Anwar, I. 2010. Pengembangan Bahan Ajar. Bandung: Direktori UPI.
Arisanto. 2013. Pengembangan Modul Pengayaan Materi Pokok Bahasan Organ Daun Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA FKIP. Universitas Jambi.
Azwar, S. 2019. Reliabilitas Dan Validitas Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daryanto. 2013. Menyusun Modul Bahan Ajar Untuk Persiapan Guru Dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Husain, A. Indana, S. &. Martini. 2016. “Modul Pengayaan Berstrategi PQ4R Pada Materi Pemanasan Global.” E-Journal UNESA.
Ichsan, I. Z., Sigit, D. V., & Miarsyah, M. 2018. “Learning Environment: Gender Profile of Students’ Pro-Environmental Behavior (PEB) Based on Green Consumerism.” Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah 3(2):97–107. doi: https://doi.org/10.24042/tadris.v3i2.3358.
Izzati, Nurma. 2015. “Pengaruh Penerapan Program Remedial Dan Pengayaan Melalui Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa.” Jurnal EduMa 4(1).
Kismiati, D. A. 2020. “Implementasi E-Modul Pengayaan Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa SMA.” Pendidikan Biologi 1(1). doi: 10.35719/alveoli.v1i1.
Lasmiyati & Harta, I. 2014. “Pengembangan Modul Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Minat SMP.” Jurnal Pendidikan Matematika 9(2):161–74. doi: 10.21831/pg.v9i2.9077.
Nurdyansyah, & Mutala’liah, N. 2015. “Pengembangan Bahan Ajar Modul Ilmu Pengetahuan Alam Bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.” Program Studi Pendidikan Guru Madrasa Ibtida’iyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 41(20):1–15.
Prastowo, A. 2013. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Prastowo, A. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Son, R. S. S. S. 2021. “Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Bahan Ajar Terhadap Hasil Belajar Kognitif.” BIOMA: Jurnal Biologi Dan Pembelajaran Biologi 6(2):121–30. doi: 10.32528/bioma.v6i2.5256.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.