Pembangunan Kolam Retensi Guna Mengatasi Masalah Kekeringan Di Dusun Plampang Desa Klekehan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso
DOI:
https://doi.org/10.32528/abdimastek.v5i1.4954Keywords:
Kekeringan, Irigasi Pertanian, Kolam Detensi, Ketahanan Pangan, AIKAbstract
Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Kondisi tanah dan iklim yang mendukung menjadikan Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, perubahan iklim yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan tantangan serius bagi para petani. Curah hujan yang tidak stabil dan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan yang berdampak langsung pada ketersediaan air, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun untuk irigasi pertanian. Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Di wilayah ini terdapat Dusun Plampang, Desa Klekehan, dengan jumlah 96 KK yang sejak tahun 2023 hingga Juli 2024 mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Kekeringan tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air minum, tetapi juga mengancam produksi pertanian lokal. Komoditas utama desa ini yaitu jagung dan kacang hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun akibat keterbatasan air irigasi. Dalam perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), isu kekeringan ini merupakan tanggung jawab sosial yang menuntut kepedulian dan tindakan nyata untuk menolong sesama. Nilai solidaritas dan kebermanfaatan menjadi landasan keterlibatan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang sejak awal aktif mendistribusikan air bersih ke Dusun Plampang. Upaya tersebut merupakan bentuk dakwah bil-hal yang tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Sebagai langkah strategis dan berkelanjutan, direncanakan pembangunan kolam detensi seluas ±1 hektar untuk menampung air dan mengairi lahan pertanian seluas ±2.000 hektar. Pembangunan kolam ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Klekehan.
References
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. (2021). Pedoman sistem pertanian terpadu berkelanjutan. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Desta, S. G., & Mufarida, N. A. (2024). Penerapan teknologi lahan basah retensi untuk mengatasi bencana kekeringan di Kelurahan Bintoro, Kabupaten Jember. Jurnal Abdi Insani, 11(3), 449–459.
Dinas Pertanian Kabupaten Jember. (2022). Laporan tahunan komoditas pertanian Kabupaten Jember tahun 2021–2022. Pemerintah Daerah Kabupaten Jember.
Haq, M. R., & Lestari, D. (2020). Model pemberdayaan petani melalui kelompok tani sebagai basis peningkatan kapasitas produksi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 145–154.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2023. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019). Good Agricultural Practices (GAP) untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Prihastuti, S., & Chaerunnisa, L. (2024). Analisis sistem kolam retensi berbasis SIG untuk mitigasi risiko banjir dan perencanaan tata air. Jurnal Ilmiah Geomatika.
Purwanto, S., & Nurhayati, D. (2021). Edukasi penerapan teknologi sederhana dalam peningkatan produktivitas usaha tani berbasis masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Desa dan Pertanian, 4(2), 78–86.
Setiawan, A., & Fitriani, R. (2022). Penguatan kapasitas masyarakat melalui transfer iptek untuk kemandirian ekonomi lokal. Jurnal Dedikasi, 11(1), 55–66.
Universitas Muhammadiyah Jember. (2021). Rencana strategis (Renstra) Universitas Muhammadiyah Jember 2021–2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Wahyunie, E. D., Baskoro, D. P. T., & Sofyan, M. (2012). Kemampuan retensi air dan ketahanan penetrasi tanah pada sistem olah tanah intensif dan olah tanah konservasi. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 14(2), 73–78.
https://doi.org/10.29244/jitl.14.2.73-78
Yuliani, S., & Hartono, B. (2020). Penerapan pendidikan non-formal bagi masyarakat pertanian dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya. Jurnal Abdi Masyarakat, 12(4), 301–309.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Senki Desta Galuh, Musarofa Musarofa, Jimi Amijaya, Totok Dwi Kuryanto, Yuvita Dian Siswanti, Levina Ardiningrum Hartadi, Kasih Imani Putri Sugiarto, Tiara Dwi Desfinta, Akmal Hisam Dani, Asroful Abidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

