Akuntabilitas Laporan Keuangan Otoritas Jasa Keuangan

Authors

  • Icha Cahyaning Universitas Muhammadiyah Jember

DOI:

https://doi.org/10.32528/fairness.v23i2.4287

Keywords:

Independensi, OJK,, Akuntabilitas

Abstract

Aspek akuntabilitas dalam pelaporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus diwujudan dengan prinsip Good Governance.  OJK, sebagai lembaga negara independen, memiliki kewewenangan dalam pengaturan dan pengawasan dalam sektor keuangan. OJK mendapatkan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pungutan kepada sektor industri keuangan yang diawasinya, hal ini menghadirkan risiko terhadap akuntabilitas dan transparansi. Selain itu, pungutan yang dilakukan OJK terhadap sektor industri keuangan menimbulkan pertanyaan tentang kejelasan pengaturan dan penggunaan dana yang terkumpul. Tujuan dari penelitian ini mengukur akuntabilitas dalam pelaporan keuangan OJK sebagai perwujudan prinsip good governance. Penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) untuk menganalisis undang-undang dan regulasi terkait, pendekatan konsep (conceptual approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach) untuk membandingkan praktik pungutan OJK dengan lembaga sejenis di negara lain. Hasil dari penelitian ini adalah OJK tidak melakukan pelaporan keuangan yang sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa OJK perlu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelaporan keuangannya untuk memastikan pemenuhan kewajiban terhadap publik dan pihak berwenang. 

References

Buku / Literatur

C.B. Kisch. and W.A. Elkin : 1928, Central Banks, A Study of the Constitutions of Banks of Issue, with an Analysis of Representative Charters, Macmilland and co; Limited, h. 17; S. K. Basu : 1967, Central Banking in the Emerging Countries, A Study of African Experiments, Asia Publishing House, h. 69; dalam Maqdir Ismail, ibid

Maurice Moynihan : 1975, Currency and Central Banking in Ireland 1922-1960, Central Bank of Ireland, h. 4.; dalam Maqdir Ismail, ibid.

Christa Randzio-Plath : 1999, The Democratic Accountability of The European Central Bank: Challenges for the ECB and The European Democratic System, h. 9.; dalam Maqdir Ismail, ibid.

Robert Elgie, Democratic Accountability and Central Bank Independence: Historical and Contemporary, National and European Perspectives, West European Politics, Vol.21, No.3, (London: Frank Cass, 1998)

Alan S. Blinder: 1998, Central Banking in Theory and Practice, MIT Press, h. 55-56; dalam Maqdir Ismail, ibid.

Alberto Alesina: 1997, Political and business cycles in industrial democracies., dalam Eiffinger, Sylvester C.W. (ed), Independent Central Bank and Economic Performance, An Elgar References Collection, h. 144-145.; Lihat Maqdir Ismail, ibid.

Alberto Alesina and Lawrence H. Summers, Central Bank Independence and Macroeconomic Performance: Some Comparative Evidence, Journal of Money, Credit and Banking 25 (1993) p.153. dalam Robert Elgie, ibid.

Vittorio Grili, Donato Masciandaro and Guido Tabellini: 1991, Political and Monetary Institutions and Public Finansial Policies in the Industrial Countries, Economic Policy, October, h. 369-369; dalam Maqdir Ismail

Rosa M. Lastra and Geoffrey P. Miller, Central Bank Independence in Ordinary and Extraordinary Times ; Jan Kleinman (ed), Central Bank Independence, The Economic Foundations, the Constitutional Implications and Democratic Accountability, (2001: Kluwer International),

Peter Gourevitch, Politics in Hard Times: Comparatives Responses to International Economic Crises, (Ithaca: Cornell University Press, 1986), pp. 55-60., dalam John B. Goodman, ibid.

John T. Wooley, Monetary Politics: The Federal Reserve and the Politics of Monetary Policy,(Cambridge: Cambridge University Press, 1984), p. 13. dalam John B. Goodman, ibid.

Taylor, M. C. R., Wilson, C., Holttinen, E., & Morozova, A. (2020). Institutional arrangements for Fintech regulation and supervision. International Monetary Fund.

Jurnal

Devi Anggraeni, Wisnu Budhi Pratomo, Dampak Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) Terhadap Kelangsungan Sektor Jasa Keuangan Khususnya Sektor Lembaga Pembiayaan, Fair Value : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5 No. 12 (Juli 2023):3 , Diakses pada 23 Maret 2024. DOI: https://doi.org/10.32670/fairvalue.v5i11

Yuliana Syafitri, Implikasi Penerbitan Omnibus Law Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) Terhadap Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Sektor Keuangan, Vol. 6 No. 1 (September 2023):860. Diakses pada 23 Maret 2024. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1

Beny Saputra, “Modelling Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC) for Indonesia in Order to Combat Financial Crime,” NEGREI: Academic Journal of Law and Governance 1, no. 2 (December 28, 2021): 81, https://doi.org/10.29240/negrei.v1i2.3822.

John B. Goodman, The Politics of Central Bank Independence, (1991: Ph.D. Program in Political Science of the City University of New York), hal. 329-333; Stable URL: http://www.jstor.org/stable/422090.

Robin Bade and Michael Parkin, Central Bank Laws and Monetary Policy, (mimeo, University of Western Ontario, Department of Economics, 1978), p. 15. dalam John B. Goodman, ibid.

Laurence H. Meyer, The Politics of Monetary Policy- Balancing Independence and Accountability, BIS Review 94/2000, hal. 1.

Alex Cukierman, Central Bank Independence and Monetary Control; The Economic Journal Vol. 104, (Oxford: Blackwell Publishers, 1994).

Agus Fredy Maradona and Parmod Chand, “The Pathway of Transition to International Financial Reporting Standards (IFRS) in Developing Countries: Evidence from Indonesia,” Journal of International Accounting, Auditing and Taxation 30 (March 2018): 57–68, https://doi.org/10.1016/j.intaccaudtax.2017.12.005.

Agus Fredy Maradona, dkk, The Pathway of Transition to International Financial Reporting Standarts (IFRS) in Developing Countries: Evidence from Indonesia, (2017), hkm. 2, Diakses 25 Maret 2024. DOI: https://doi.org/10.1016/j.intaccaudtax.2017.12.005

Saygin Eyupgiller, Value Relevance of Mandatory IFRS Reporting for Private Companies in Turkish Financial Markets, (2015), hlm. Diakses 25 Maret 2024. DOI: https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)30185-X

Kaufhold, A. K., Langenbucher, K., Blank, P., & Krahnen, J. P. (2021). BaFin (in) dependence-a reform proposal (No. 82). SAFE White Paper.

MacPherson, A., & Wilke, M. (2021). Criminal Liability for Insider Dealing: A Comparison of Germany and the UK. Zeitschrift für die gesamte Strafrechtswissenschaft, 133(2), 587-612. DOI: https://doi.org/10.1515/zstw-2021-0022

Buttigieg, C. P., Witzel, L. G., & Zimmermann, B. B. (2023). Soft Regulatory Capture and Supervisory Independence: A Case-Study on Wirecard. European Company and Financial Law Review, 20(4), 623-659. DOI: https://doi.org/10.1515/ecfr-2023-0025

Riyanto Agus, Budi Santoso, and Paramitha Paraningtyas, “Reforming Indonesia’s OJK to Comply with International Standards: Lessons from Australia,” Brawijaya Law Journal 10, no. 2 (October 31, 2023): 260–81, https://doi.org/10.21776/ub.blj.2023.010.02.07.

Downloads

Published

2025-11-25