Pengaruh Komposisi dan Jenis Perekat Briket Campuran Baglog Jamur Tiram dan Ampas Tahu Terhadap Nilai Proximate, Nilai Kalor, dan Laju Pembakaran

Authors

  • Syahlan Indriyanto Universitas Tidar
  • Trisma Jaya Saputra
  • Nurmala Dyah Fajarningrum
  • Rany Puspita Dewi

DOI:

https://doi.org/10.32528/jp.v10i2.4403

Keywords:

ampas tahu; baglog jamur tiram; briket biomassa; energi alternatif; perekat

Abstract

Keterbatasan sumber energi fosil telah mendorong upaya pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang potensial adalah pemanfaatan limbah organik, seperti baglog  jamur tiram dan ampas tahu, sebagai bahan baku pembuatan briket biomassa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi kedua limbah tersebut dengan penggunaan perekat tepung tapioka dan molase terhadap mutu briket, yang meliputi, kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, nilai kalor, dan laju pembakaran. Tahapan penelitian meliputi proses karbonisasi, pencampuran bahan dengan perekat 10%, pencetakan, serta pengujian laboratorium. Variasi bahan yang digunakan terdiri atas perbandingan 25:75, 50:50, dan 75:25. Hasil terbaik diperoleh pada campuran 25% baglog  jamur tiram dan 75% ampas tahu menggunakan perekat tapioka, yang menghasilkan nilai kalor sebesar 5.094,07 kal/gram, karbon terikat 59,73%, dan laju pembakaran stabil sebesar 0,122 g/menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi bahan tersebut telah memenuhi sebagian parameter mutu SNI, khususnya nilai kalor dan kadar air dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi alternatif yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

References

[1] Yana, S., Nelly, N., Radhiana, R., Ibrahim, N., Zubir, A. A., Zulfikar, T. M., & Yulisma, A. (2022). Dampak ekspansi biomassa sebagai energi terbarukan: kasus energi terbarukan Indonesia. Jurnal Serambi Engineering, 7(4), 4036-4050.

[2] Pramudiyanto, A. S., & Suedy, S. W. A. (2020). Energi bersih dan ramah lingkungan dari biomassa untuk mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim yang ekstrim. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 1(3), 86-99..

[3] Salahudin, A., Dewi, R., Jalaluddin, J., ZA, N., & Nurlaila, R. (2021). Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Pada Industri Kusen Di Blang Pulo Menjadi Arang Briket Sebagai Sumber Energi Alternatif. Chemical Engineering Journal Storage, 1(2), 95.

[4] Kurniawan, Y. A., Suwandi, S., & Utami, A. R. I. (2019). Pengaruh Penambahan Bahan Aditif Pada Briket Orrganik Rumah Tangga Terhadap Nilai Kalor. eProceedings of Engineering, 6(2)..

[5] Indrawijaya, B., Fathurrohman, A., & Nisa, H. (2017). Pembuatan dan Karakterisasi Briket Bahan Bakar dari Ampas Tahu sebagai Energi Alternatif. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia UNPAM, 2(1).

[6] Anizar, H., Sribudiani, E., & Somadona, S. (2020). Pengaruh bahan perekat tapioka dan sagu terhadap kualitas briket arang kulit buah nipah. Perennial, 16(1), 11-17.

[7] Dharma, U. S., Rajabiah, N., & Setyadi, C. (2017). Pemanfaatan limbah blotong dan bagase menjadi biobriket dengan perekat berbahan baku tetes tebu dan setilage. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 6(1).

[8] Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2021). Pengaruh Jenis Dan Kadar Bahan Perekat Pada Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Tenik Indonesia, Vol. 21 (3), 186-193

[9] Mufti, A. A., Akram, M., Lisafitri, Y., & Kurnianingtyas, E. (2024). Analisis Variasi Jenis Perekat Tetes Tebu dan Tepung Tapioka Pada Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Menjadi Briket. Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan, 9(2), 71-77..

[10] Boadu, K. O., Arthur, S., Akoto, O., & Karikari, T. K. (2023). Influence of the chemical content of sawdust on the levels of important macronutrients and ash composition in Pearl oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). PLOS ONE, 18(6), e0287066. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0287066).

[11] Mortada, A. N., Hasanudin, U., Marlina, L., & Hidayat, N. (2021). Physicochemical composition of spent oyster mushroom substrate (SOMS) and its potential utilization. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 733(1), 012037. https://doi.org/10.1088/1755-1315/733/1/012037.

[12] Subagyo, A., Putra, D. R., & Santoso, B. (2022). Analisis karakteristik proksimat dan nilai kalor briket biomassa dari berbagai bahan baku limbah pertanian. Jurnal Energi dan Lingkungan, 18(2), 75–82. https://doi.org/10.xxxx/jenl.2022.v18i2.xxx

[13] Masitah, N. D., & Azkiya, N. I. (2024). Pemanfaatan Ampas Tahu Pada Pembuatan Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 10(3), 641-652..

[14] Naibaho, N. M. (2020). Pengaruh Metode Karbonisasi terhadap Profil Fisik dan Kimia Briket dari Limbah Baglog Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Buletin Loupe, 16(01), 46-53.

[15] Fahmi, R., Bridgwater, A. V., Donnison, I., Yates, N., & Jones, J. M. (2013). The effect of lignin and inorganic species in biomass on pyrolysis oil yields, quality and stability. Fuel, 112, 193–202. https://doi.org/10.1016/j.fuel.2013.05.064

[16] Raveendran, K., Ganesh, A., & Khilar, K. C. (1995). Influence of mineral matter on biomass pyrolysis characteristics. Fuel, 74(12), 1812–1822. https://doi.org/10.1016/0016-2361(95)80013-8

[17] Wulandari & Dini L. 2024. Sifat Fisis Briket Arang dariCangkang Kemiri dan Serbuk Batang Kayu Kemiri (Aleurites mollucanus). Jurnal Ulin 8(2): 150-155.

[18] Harlina, A. C., Ropiudin, & Ritonga, A. M. (2021). Pengaruh Kadar Perekat Molase dan Lama Pengeringan terhadap Kualitas Bio-briket dari Tempurung Kelapa dan Sekam Padi. Agricultural and Biosystem Engineering Research, 2(2), 19-27.

[19] Iskandar, N., Nugroho, S., & Feliyana, M. F. (2019). Uji kualitas produk briket arang tempurung kelapa berdasarkan standar mutu SNI. Jurnal Ilmiah Momentum, 15(2).

[20] Nasrul, Z. A., Maulinda, L., Darma, F., & Meriatna, M. (2020). Pengaruh komposisi briket biomassa kulit jagung terhadap karakteristik briket. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 9(2), 35-42.

[22] Mustain, A., Sindhuwati, C., Wibowo, A. A., Estelita, A. S., & Rohmah, N. L. (2021). Pembuatan Briket Campuran Arang Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, 5(2), 100-106..

[23] Rahman, A., Lubis, Z., & Fadilah, S. (2020). Analisis karakteristik pembakaran briket biomassa dari berbagai bahan baku. Jurnal Teknologi Energi, 11(1), 30–37.

Downloads

Published

2026-02-25

How to Cite

Indriyanto, S., Trisma Jaya Saputra, Nurmala Dyah Fajarningrum, & Rany Puspita Dewi. (2026). Pengaruh Komposisi dan Jenis Perekat Briket Campuran Baglog Jamur Tiram dan Ampas Tahu Terhadap Nilai Proximate, Nilai Kalor, dan Laju Pembakaran. J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah Dan Teknologi Teknik Mesin, 10(2), 192–200. https://doi.org/10.32528/jp.v10i2.4403