Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar untuk Penguatan Identitas Siswa
Keywords:
kearifan lokal, Pembelajaran, sekolah dasar, identitasAbstract
Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan akan pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi guru terhadap kearifan lokal Bangka Belitung serta mengintegrasikan kearifan lokal kedalam pelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan melalui workhsop yang diikuti oleh guru-guru dari tiga sekolah dasar di Desa Bangka Kota Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam pendidikan dan bagaimana mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah. Dalam kesempatan itu juga diidentifikasi kearifan lokal khususnya di Bangka Kota yang hasilnya teridentifikasi berbagai kearifan lokal diantaranya Tradisi Cucuk atap (tradisi gotong royong membantu tetangga), Tari Bedincak, Wisata religi makam-makam ulama pejuang dan penyebar agama Islam diantaranya Syeikh jatisari, Makam Karang Panjang Syeikh Abdur Rosid, Tradisi masyarakat Bangka Kota yang terkenal sebagai pembuat kapal kayu andal sejak jaman dahulu, Sejarah nama Bangka Kota atau Kute, Perkebunan yakni karet dan lada, Tradisi Nganggung dan dari segi ekonomi bahwa desa ini terkenal dengan komoditas udang galahnya. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan 58 persen peserta mengaku sangat puas dan 60 persen peserta akan mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembelajaran.
References
Anik Ghufron, C. Asri Budiningsih, dan H. (2017). Pengembangan pembelajatan berbasis nilai-nilai budaya yogyakarta di sekolah dasar. Cakrawala Pendidikan, 2(XXXVI), 309–319.
Barghi, R., Zakaria, Z., Hamzah, A., & Hashimah, N. (2017). Heritage education in the Primary School Standard Curriculum of Malaysia. Teaching and Teacher Education, 61, 124–131. https://doi.org/10.1016/j.tate.2016.10.012
Cristian, M. (2014). Education and national identity . The local cultural heritage and its effects upon present local educational policies in Arad county from Romania. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 116, 2847–2851. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.01.667
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN MUATAN LOKAL PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR, 4 (2016). https://sedempr.gob.es/es/sede/csv%0Ahttp://www.researcherid.com/rid/I-2366-2012%0Ahttp://www.ige.eu/igebdt/esqv.jsp?ruta=verTabla.jsp?OP=1&B=1&M=&COD=5592&R=9928[12];0[2015];2[all]&C=1[0];3[0]&F=&S=&SCF=%0Ahttps://emea.mitsubishielectric.com/ar/products-
Gunawan, G., Hidayat, I. S., Akhsani, L., & Miranti, I. P. (2021). Junior High School Students’ Critical Thinking Skills Based on Self-Reliance Learning. Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 11. https://doi.org/10.31000/prima.v5i1.2735
P Sardjiyo & Pannen. (2005). Pembelajaran berbasis budaya: model inovasi pembelajaran dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Jurnal Pendidikan, 6(2).
Peraturan Pemerintah Daerah. (2018). Peraturan Daerah No.2 Tahun 2018 tentang Pendidikan Inklusif. 1–14.
Zahrika, N. A., & Andaryani, E. T. (2023). Kurikulum Berbasis Budaya untuk Sekolah Dasar: Menyelaraskan Pendidikan dengan Identitas Lokal. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 3(2), 163–169. https://doi.org/10.57251/ped.v3i2.1124
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Sri Sugiyarti, Iis Juniati Lathifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



