Hubungan Aspek Psikologis Anak Korban Perceraian Dengan Harga Diri Di SMAN Kabupaten Bondowoso
Keywords:
Perceraian Orang Tua, Aspek Psikologis, Harga Diri, Remaja, Rosenberg Self-Esteem ScaleAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian yang berdampak negatif pada aspek psikologis anak, terutama remaja, yang kemudian memengaruhi harga diri mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara aspek psikologis anak korban perceraian dengan harga diri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di SMAN 2 Bondowoso dan SMAN 1 Tenggarang. Sampel berjumlah 62 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling, menggunakan kuesioner aspek psikologis dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebagai alat ukur. Hasil menunjukkan mayoritas siswa mengalami dampak psikologis sedang (48,4%) dan memiliki harga diri tinggi (95,2%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara aspek psikologis dan harga diri (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwa semakin ringan dampak psikologis, semakin tinggi harga diri siswa korban perceraian. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi seperti konseling rutin oleh guru bimbingan dan konseling, program pendampingan psikologis khusus, dan dukungan sekolah untuk menjaga kesehatan mental dan membangun harga diri remaja secara positif.
References
Fathonah, D., Hendriana, H., & Rosita, T. (2020). Gambaran Self Esteem Siswa Dari Keluarga Broken Home Di Sman 1 Ciwidey. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam Pendidikan), 3(4), 129. https://doi.org/10.22460/fokus.v3i4.5788
Sukmawati, B. (2021). Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Jurnal Pelita PAUD, 4(1), 114–123. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v4i1.841
Annisa, S. W., Salsabila, A. A., & Mahmud, A. M. (2024). Perkembangan Emosional Remaja Broken Home. 4(1), 709–726.
Gobel, H. Van, Ariani, G. A. A. P., & Utiarahman, M. F. (2021). Hubungan Penerimaan Diri Dengan Harga Diri Pada Remaja Pasca Perceraian Orang Tua Pada Siswa SMP Negeri 1 Kabila Kabila Kabupaten Bone Bolango. Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo, 7(2), 64. https://doi.org/10.52365/jnc.v7i2.404.
Meriyati, M. (2024). Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak. KONSELI : Jurnal Bimbingan Dan Konseling (E-Journal), 1(1), 29–34. https://doi.org/10.24042/kons.v1i1.311.
Ruth, M. E. (2021). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Psikologis Remaja Di Desa Kebondalem Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Journal Healthcare Education, 6575, 1–13.
Rahayu, F. (2023). Dampak Perceraian Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar (Study Kasus di SDN 2 Sokong Kecamatan Tanjung). Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v5i1.3573.
Nabilla, S., Fitri, N. H., Psikologi, P. S., & Batam, U. (2022). Tingkat Self-Esteem Pada Remaja SMA/SMK. 124–132.
Kurniawan, K., Nur’aeni, Y., Nugraha, P., Maysarah, V., Revindha, L., & Zahra, S. (2023). Dampak Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Psikososial Anak: A Scoping Review. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 11(2), 163–175. https://doi.org/10.20527/jdk.v11i2.485
