Infiltration Rate Analysis by Modified Horton Method in Pandantoyo and Ngadirejo subbasin

Authors

  • Martheana Kencanawati Balikpapan University
  • Mahendra Andiek Maulana Institut Teknologi Sepuluh Nopember

DOI:

https://doi.org/10.32528/hexagon.v10i1.5914

Keywords:

Infiltrasi, Horton method, Double-ring infiltrometer, Jenis tanah

Abstract

Infiltrasi merupakan salah satu parameter penting dalam proses hidrologi, yang memengaruhi distribusi vertikal air hujan pada air permukaan serta berdampak signifikan terhadap air tanah dan air permukaan. Penelitian lapangan ini mengaplikasikan Metode Horton dalam model infiltrasi hidrologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara laju penyerapan di permukaan tanah dengan limpasan permukaan untuk modifikasi persamaan infiltrasi Horton pada kondisi hujan intermitent di Sub DAS Pandantoyo dan Sub DAS Ngadirejo. Data laju infiltrasi diambil menggunakan double-ring infiltrometer dan dilakukan overlay peta tata guna lahan serta jenis tanah pada area studi. Pengukuran in situ untuk data curah hujan intermiten dilakukan menggunakan weather station. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa kapasitas infiltrasi menurun menjadi nilai konstan, dengan hasil laju resapan 90 mm/jam di daerah hulu, sedangkan di area hilir laju resapan adalah 26,4 mm/jam atau 30% dari nilai area hulu.

References

Babaei, F., Zolfaghari, A. A., Yazdani, M. R., & Sadeghipour, A. (2018). Spatial analysis of infiltration in agricultural lands in arid areas of Iran. Catena, 170, 25-35.

Bergeson, C. B., Martin, K. L., Doll, B., & Cutts, B. B. (2022). Soil infiltration rates are underestimated by models in an urban watershed in central North Carolina, USA. Journal of Environmental Management, 313, 115004.

Fernández-Pato, J., Caviedes-Voullième, D., & García-Navarro, P. (2016). Rainfall/runoff simulation with 2D full shallow water equations: Sensitivity analysis and calibration of infiltration parameters. Journal of hydrology, 536, 496-513.

Juwita, R., & Santoso, I. B. (2019). Assessment of Soil Infiltration Capability in Balikpapan City. IPTEK Journal of Proceedings Series, 5, 291-297.

Kencanawati, M. (2024). MODIFIKASI KOEFISIEN PENGALIRAN PADA METODE RASIONAL BERDASARKAN DATA TIME SERIES (STUDI KASUS SUB DAS PANDANTOYO DAN SUB DAS NGADIREJO) (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).

Kencanawati, M., & Maulana, M. A. Modified Horton Method Based on Field Work During Intermittent Rainfall. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-3883455/v1

Limantara, L. M. (2018). Rekayasa hidrologi. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Masduqi, A., Widodo, A., Mahendra, A. M., & Tatas, T. (2013), Penilaian Kemampuan Kawasan Resapan Air (Studi Kasus Mata Air Umbulan). Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 11(2), 79-88.

Morbidelli, R., Saltalippi, C., Flammini, A., & Govindaraju, R. S. (2018). Role of slope on infiltration: A review. Journal of hydrology, 557, 878-886.

Nimmo J R. (2009), Vadose Water. In: Gene Author's E. Likens, personal (Editor) copy Encyclopedia of Inland Waters. Volume 1, pp. 766-777 Oxford: Elsevier

Susanawati, L. D., Rahadi, B., & Tauhid, Y. (2019). Penentuan Laju Infiltrasi Menggunakan Pengukuran Double Ring Infiltrometer dan Perhitungan Model Horton pada Kebun Jeruk Keprok 55 (Citrus Reticulata) Di Desa Selorejo, Kabupaten Malang. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5(2), 28-34.

Yang, M., Zhang, Y., & Pan, X. (2020). Improving the Horton infiltration equation by considering soil moisture variation. Journal of Hydrology, 586, 124864.

Downloads

Published

30-06-2025

Section

Articles