Spiritualitas sebagai Determinan Komitmen Pernikahan: Systematic Literature Review
Keywords:
Spirituality, Marital Commitment, Systematic Literature Review (SLR)Abstract
This research aims to map the relationship between spirituality and marital commitment through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Using the PRISMA guidelines, data from Google Scholar, retrieved via Publish or Perish, and visualized using VOSviewer, 620 articles were identified and screened to yield 9 main studies that were analyzed thematically. The results of the review indicate that spirituality plays a significant role in strengthening marital commitment. This occurs through mechanisms such as enhancing emotional regulation, increasing couple resilience, forming relational meaning, and reinforcing moral values in facing conflict. Spirituality is proven to be a psychological resource that helps couples manage economic pressure, infertility, emotional crises, and differences in social status. The findings also show the significant role of religion-based interventions, pastoral counseling, and spiritual guidance in improving family harmony, satisfaction, and resilience. Overall, this synthesis confirms that spirituality is not a complementary variable, but a structural determinant that contributes directly to the stability of marital commitment within the perspective of family psychology.
References
Abdurrahman, Z. A. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi couple resilience pada pasangan dalam mempertahankan ikatan perkawinan di ambang garis kemiskinan [Skripsi, UIN Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/50248
Agus Syafiie. (2023). Hubungan komitmen pernikahan dan religiusitas dengan intensi berselingkuh pada individu yang menjalani long distance marriage [Skripsi, UIN Sunan Ampel]. http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/60291
Andriani, W. (2021). Penggunaan metode sistematik literatur review dalam penelitian ilmu sosiologi. Jurnal PTK dan Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.18592/ptk.v7i2.5632
Aziz, R., Mangestuti, R., & Islam. (2021). Membangun keluarga harmonis melalui cinta dan spiritualitas pada pasangan suami-istri di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 14(2), 129–139. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.2.129
Bowen, M. (1978). Family therapy in clinical practice. J. Aronson.
Christina, S. (2025). Konseling pastoral sebagai sarana rekonsiliasi relasi suami istri: Refleksi atas ketidakhadiran suami dalam rumah tangga. Tualage: Jurnal Konseling, Psikospiritual dan Hipnoterapi, 1(2). https://journal.gknpublisher.net/index.php/tualagejurnal
Fadila. (2025). Dampak perceraian terhadap kondisi psikologis keluarga di Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 11(2), 602–619. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih
Guntur Hari Mukti, J. T., & T. G. Y. (2025). Konseling pasca nikah untuk mengatasi konflik pasangan usia lima tahun pertama pernikahan di GBI Musi Palem Indah Palembang. JUITAK, 3(3), 1–18. https://doi.org/10.61404/juitak.v3i3.409
Hariyadi, S., Suprihatin, T., & Surani, E. (2024). Peningkatan ketangguhan keluarga muda untuk menghadapi tantangan sosial ekonomi melalui pendekatan agama, bahasa, psikis, dan medis. JIPeMas, 7(3), 731–742. https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i3.21321
Maharti, H. M., & M. (2018). Hubungan antara kepuasan pernikahan, komitmen beragama, dan komitmen pernikahan di Indonesia. JKKP: Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 5(1). https://doi.org/10.21009/JKKP
Herlina, L. T. (2025). Perbedaan status sosial ekonomi sebagai penyebab konflik keluarga menurut hukum Islam (Studi di Desa Sidorejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan) [Skripsi, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan]. https://opac.uingusdur.ac.id/perpus/index.php?p=show_detail&id=1022311
Asuroh, L., Adnan, A. Y., & H. H. H. (2025). Analisis pendidikan spiritual dan emosional pasangan pernikahan dini di Desa Rabesen Besuk perspektif Jalaludin Rumi. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 8(1), 273–295. https://doi.org/10.61082/alfatih.v8i1.449
Latifa, R. (2019). Komitmen beragama Islam memprediksi stabilitas pernikahan. Tazkiya Journal of Psychology, 3(1). https://doi.org/10.15408/tazkiya.v20i1.9191
Mar, N., & Ruhaena, L. (2024). Upaya membangun ketahanan keluarga pada pasangan suami istri yang mengalami infertilitas. Personifikasi, 15(2), 233–254. https://doi.org/10.21107/personifikasi.v15i2.24288
Mau, A. F. (2025). Tantangan perkawinan di tengah perubahan sosial: Perspektif keluarga kontemporer. Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(1). https://doi.org/10.62383/risoma.v3i1.511
Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., Altman, D. G., & The PRISMA Group. (2009). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. PLoS Medicine, 6(7), e1000097. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000097
Mylani. (2019). Pengaruh religiusitas terhadap komitmen pernikahan yang dimediasi oleh resolusi konflik pada pasangan suami istri di Kota Bandung [Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia]. http://repository.upi.edu/id/eprint/45725
Nurhikmah, A., & Nurkidam, M. I. (2025). Dinamika pola komunikasi keluarga dalam pemberian nafkah: Studi khuruj Jamaah Tabligh. Komunida: Media Komunikasi dan Dakwah, 15(1), 218–237. https://doi.org/10.35905/komunida.v15i1.13805
Nuroniyah, W. (2023). Psikologi keluarga. CV Zenius Publisher.
Renanti, I. L. (2021). Upaya membentuk ketahanan keluarga bagi pasangan yang tidak memiliki keturunan [Skripsi, UIN Syekh Wasil Kediri]. https://etheses.iainkediri.ac.id/4320/2/931105817_prabab.pdf
Vadila, R. N., et al. (2025). Kontribusi tren “marriage is scary” terhadap pergeseran makna pernikahan di kalangan anak muda. Social Landscape Journal, 6(2), 90–100. https://doi.org/10.56680/slj.v6i2.69972
Nurlaili, S., et al. (2025). Spiritualitas di era digital: Studi literatur tentang kesejahteraan psikologis dan konsumsi konten religius di aplikasi TikTok. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 1(3), 1088–1097. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/696

