Wacana Feminisme Interseksional dalam Film Before, Now & Then (Nana) Karya Kamila Andini

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32528/mediakom.v9i01.4396

Keywords:

interpretasi, feminisme interseksional, film Before, Now & Then (Nana), perempuan, representasi

Abstract

Film Before, Now & Then (Nana) karya Kamila Andini menampilkan representasi kompleks tentang pengalaman perempuan dalam konteks sosial. Wacana feminisme interseksional menjadi relevan untuk mengkaji bagaimana film ini memvisualkan berbagai bentuk penindasan yang dialami perempuan dari latar sosial yang berbeda. Teori feminisme interseksional digunakan sebagai kerangka konseptual untuk memahami hubungan antara gender, kelas sosial, dan struktur kekuasaan yang memengaruhi karakter perempuan dalam film. Metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus diterapkan dengan memfokuskan pada dialog, teknik sinematografi, dan elemen mise-en-scène yang dianggap mewakili ekspresi wacana feminisme interseksional dalam film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Before, Now & Then (Nana) menampilkan lapisan penindasan yang saling terkait, baik secara sosial maupun psikologis, yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan. Representasi tersebut memperlihatkan bahwa diskriminasi terhadap perempuan tidak bersifat tunggal, melainkan dapat terjadi dalam relasi intra-gender dan dipengaruhi oleh konteks sosial serta budaya.

References

Afionita, A., & Dwirika, L. (2024). Representasi Objektifikasi Perempuan dalam Pemaknaan Semantik-Pragmatik Dialog Pada Serial Die Kaiserin. KOLITA; Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya, 22(22), 19–28. https://doi.org/10.25170/kolita.22.5958

Aira, R. F., & Pascua, M. R. (2020). Module 7. INTRODUCTION TO INTERSECTIONAL FEMINISM. In Modules for Global Justice (Vol. 7). Servei Civil Internacional de Catalunya.

Amadea, T. (2022, August 26). Before, Now & Then (Nana); Luka dan Trauma Jadi Perempuan dari rezim ke Rezim [Online Magazine]. Magdalene. https://magdalene.co/story/review-before-now-and-then/

Arya. (2022, August 11). Before, Now & Then (Nana) Review [Film review]. My Dirt Sheet. https://mydirtsheet.com/2022/08/11/before-now-then-nana-review/

Dantiani, T. (2022, August 26). Review Film: Before, Now & Then [Newspaper]. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20220826134123-220-839479/review-film-before-now-then

Frater, P. (2022, November 11). Kamila Andini’s ‘Before Now and Then’ Named Best Film at Asia-Pacific Screen Awards [Newsletters]. Variety. https://web.archive.org/web/20221111171326/https://variety.com/2022/awards/news/apsa-asia-pacific-screen-awards-kamila-andini-before-now-and-then-1235429778/

Jamaludin, A. N. (2018). Metode Penelitian Sosial. Pustaka Setia.

Nadilo, S. (2022, July 5). Nana by Kamila Andini was awarded at the 5th Brussels International Film Festival [Film archive web]. Asian Film Festival. https://web.archive.org/web/20220705233958/https://asianfilmfestivals.com/2022/07/05/nana-by-kamila-andini-was-awarded-at-the-brussels-international-film-festival-2022/

Nugraeni, E. K. (2025). Analisis Sinematografi Pada Romantisasi Adegan Serial Drama Korea Extraordinary Attorney Woo. Acintya Jurnal, 16(No.2). https://doi.org/10.33153/acy.v16i2.6598

Pertiwi, S. P. (2024, August 30). Kamus Feminis: Apa Itu Feminisme Interseksional? Pentingnya Perspektif Kelas dalam Membela Perempuan [Online Magazine]. konde.co. https://www.konde.co/2024/08/kamus-feminis-apa-itu-feminisme-interseksional-pentingnya-perspektif-kelas-dalam-membela-perempuan/

Rahmawati, D., Abidin, Z., & Lubis, F. M. (2023). Representasi Perempuan Sebagai Objek Seksualitas dalam Film Like&Share Roland Barthes. Nusantara; Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(8). https://doi.org/10.31604/jips.v10i8.2023.3886-3894

Salim, MS., Dr. A. (2006). Teori & Paradigma Penelitian Sosial (2nd ed.). Penerbit Tiara Wacana.

Steinmetz, K. (2020, February 20). She Coined the Term ‘Intersectionality’ Over 30 Years Ago. Here’s What It Means to Her Today. Time USA, LLC. https://time.com/5786710/kimberle-crenshaw-intersectionality/

Downloads

Published

2025-12-28