ETIKA VISUAL DALAM REPRESENTASI SIMULACRA PADA VISUAL AI YANG MENGHIDUPKAN FIGUR DARI FOTO LAMA
DOI:
https://doi.org/10.32528/mediakom.v9i02.5393Keywords:
artificial intelligent, simulacra, Etika Visual, Rekontruksi Foto Lama, Rekontruksi, AIAbstract
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bidang visual telah memunculkan fenomena rekonstruksi foto lama yang mampu menghidupkan kembali figur manusia, termasuk individu yang telah meninggal dunia. Fenomena ini banyak ditemukan pada platform media sosial TikTok dan menimbulkan persoalan mengenai batas antara realitas, simulasi visual, serta etika representasi. Visual AI tidak hanya berfungsi sebagai media kreatif, tetapi juga membentuk simulacra yang menciptakan realitas visual baru dan memengaruhi pemaknaan audiens secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simulacra pada visual Artificial Intelligence yang menghidupkan kembali figur dari foto lama serta mengkaji penerapan etika visual dalam proses penciptaan dan pemaknaan visual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap lima konten visual AI rekonstruksi foto lama di platform TikTok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori simulacra dan perspektif etika visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual AI membentuk simulacra yang bersifat hiperreal, di mana visual tidak lagi merepresentasikan realitas faktual, melainkan menciptakan realitas imajiner yang diterima secara emosional oleh audiens. Dari sisi etika visual, proses produksi visual AI mengandung persoalan etis terkait manipulasi visual dan ketiadaan izin figur yang direpresentasikan, namun dalam pemaknaan audiens visual tersebut dipahami sebagai ekspresi simbolik nostalgia dan emosi personal kolektif.
References
Ambat, Y. T., Khusyairi, J. A., & Arimbi, D. A. (2025). Visual Accuracy of the Proclamation of Independence of the Republic of Indonesia in the Eyes of ChatGPT. Representamen, 11(01), 140–152. https://doi.org/10.30996/representamen.v11i01.12781
Baudrillard, J. (1994). SIMULACRA SIMULATION (S. F. Glaser. (ed.); English tr). United States of America by The University of Michigan Press.
Dzaky, N. E., Muaafii, R., Santoso, M. H., & Figo, M. B. (2025). Etika Media Digital dalam Era Kecerdasan Buatan. Jurnal Senirupa Warna, 13(2), 193–207. https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/714
Effendy, E., Ginting, A. R. B., Rafi’ie, M. H., Purba, M. N. D., & Anggraini, R. T. (2023). Eksistensi Ilmu Komunikasi dalam Kehidupan Manusia. Anwarul, 3(6), 1496–1503. https://doi.org/10.58578/anwarul.v3i6.2055
Hang, H. M., & Woods, J. W. (2012). Handbook of Visual Communications. In Handbook of Visual Communications. https://doi.org/10.1016/C2009-0-21254-2
Jurin, R. R., & Roush, D. (2017). Environmental Communication. Encyclopedia of GIS, 538–538. https://doi.org/10.1007/978-3-319-17885-1_100355
Miles, B. M., & Huberman, M. (1994). Qualitative Data Analysis (2nd ed.). SAGE Production.
Nurhablisyah, N. (2022). Graphic designers, netizens and ethics; review of visual messages in social media. Jurnal Desain, 9(2), 188–189.
Söffner, J. (2025). Virtualism: how AI replaces reality. AI and Society, 40(3), 1389–1401. https://doi.org/10.1007/s00146-024-01999-9
Sugiyono. (2013). METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF DAN R&D (19th ed.). ALFABETA, CV,.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Adela ananta, Kukuh Pribadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


