Neologisme Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v9i1.1239Kata Kunci:
neologisme, ilmu pengetahuan dan teknologi, morfosemantikAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan jenis proses morfologis yang paling banyak digunakan pada neologisme bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan mendeskripsikan bentuk-bentuk neologisme dalam bidang tersebut berdasarkan morfosemantiknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung persentase dari proses morfologis yang ditemukan, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan mengandung makna. Data yang digunakan berupa istilah-istilah bidang IPTEK yang termasuk neologisme pada artikel-artikel jurnal IPTEK-KOM yang dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan kajian morfosemantik untuk melihat proses pembentukan neologisme bidang IPTEK serta perubahan makna yang terjadi. Dari hasil pembahasan, ditemukan tiga jenis proses morfologis yang digunakan sebagai cara pembentukan neologisme bidang IPTEK, yaitu komposisi, afiksasi, dan abreviasi. Proses morfologis yang paling mendominasi adalah proses komposisi yang digunakan sebanyak 49%. Pada proses kombinasi, ditemukan bentuk neologisme berupa kata majemuk hasil kombinasi leksem tunggal dan leksem tunggal, leksem tunggal dan kata berafiks, serta kompositum dalam kompositum. Kemudian, pada proses afiksasi ditemukan bentuk neologisme berupa kata bentukan hasil penambahan prefiks peN-, sufiks -an, dan konfiks pe-an, sedangkan pada proses abreviasi ditemukan bentuk neologisme berupa singkatan dan akronim. Dari ketiga jenis proses morfologis tersebut, perubahan makna terjadi pada proses komposisi dan afiksasi.
Referensi
Aini, N. (2018). Neologi Istilah Politik dalam Bahasa Arab Modern (Kajian Morfologis dan Sintaksis). Universitas Gadjah Mada.
Amiruddin, N., Yassi, A. H., & Sukmawaty, S. (2022). Morphological Process of COVID-19 Neologisms: A Study of Compounding. English Learning Innovation (Englie), 3(2), 100–114. https://doi.org/10.22219/englie.v3i2.20415
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). https://kbbi.kemendikbud.go.id/
Katrini, Y. E. (2014). Perkembangan Bahasa Indonesia dalam Inovasi dan Kreativitas Penuturnya. Ragam Jurnal Pengembangan Humaniora, 14(2), 101–105.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik Edisi Keempat. Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, H. (2009). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama.
Miller, D. G. (2014). English Lexicogenesis. Oxford University Press.
Murti, S. (2015). Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi. Prosiding Seminar Nasional Bahasa UNIB, 177–184.
Nisa’, H. K. (2016). Neologisme dalam Bahasa Arab: Kajian Morfologis dan Semantik terhadap Istilah-Istilah Bahasa Operasional Media Sosial Facebook Versi 68.0.0.37.59 dan WhatsApp Versi 2.12.556. UIN Sunan Kalijaga.
Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. (2007). Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Satriani, Satriani; Said, M. Ikhswan; & Abbas, A. (2021). Neologisme dalam Media Sosial: Kajian Morfosemantik. Jurnal Ilmu Budaya, 9(1), 177–184. https://doi.org/10.34050/jib.v9i1.12631
Septiani, D. (2021). Kata Serapan dan Istilah Asing Joko Widodo dalam Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019. Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(1), 55–69.
Simpen, I. W. (2015). Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(2), 319–330.
Syach, K. N., & Ridwan, A. (2021). Neologisme dalam Iklan BMW. E-Journal Identitaet, 10(02), 272–283. https://doi.org/10.26740/ide.v10n2.p272-283
Tsaqila, A. (2021). Morphological Process of Neologisms Used in the Lord of The Rings Novel. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.