Sapaan Kekerabatan pada Masyarakat Jawa di Desa Blambangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v9i2.1597Kata Kunci:
tesAbstrak
Sapaan kekerabatan merupakan sapaan yang digunakan untuk menyapa mitra tutur yang memiliki pertalian darah. Masyarakat yang menggunakan Bahasa Jawa perlu menggunakan sapaan kekerabatan yang sesuai dengan sistem Bahasa Jawa, guna menjaga pelestarian identitas daerahnya. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk sapaan kekerabatan dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan sapaan kekerabatan yang digunakan oleh masyarakat Jawa di Desa Blambangan Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa data bentuk sapaan kekerabatan, hasil wawancara dan data tuturan. Informan penelitian ini adalah 16 keluarga di Desa Blambangan dengan pertimbangan profesi dan usia kepala keluarga. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen bantu yaitu lembar observasi, pedoman wawancara dan instrumen pengumpul data yang berupa tabel. Teknik pengumpulan data adalah simak dan catat. Teknik penganalisisan data adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Teknik pengujian keabsahan data dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan. Data temuan pada penelitian ini adalah 39 bentuk sapaan kekerabatan keluarga inti dan keluarga luas. Dua puluh sembilan sapaan kekerabatan dalam Bahasa Jawa yaitu Mbah, Kakung, Nanang, Bapak, Nyai, Uti, Mbok, Mbokdhe, Emak, Makwek, Ibuk, Siwo, Uwak, Cacak, Paman, Pakdhe, Paklik, Pakpoh, Budhe, Bulik, Bibik, Kakang, Mas, Mbak, Yu, Adhik, Thole, Genduk, dan Ganang. Enam sapaan kekerabatan Bahasa Indonesia yaitu Kakek, Ayah, Bunda, Om, Tante, dan Kakak. Dua sapaan kekerabatan Bahasa Inggris yaitu Mami (mommy) dan Aunty. Satu sapaan kekerabatan Bahasa Cina yaitu Mama. Satu sapaan kekerabatan Bahasa Melayu yaitu Atuk. Variasi bentuk sapaan kekerabatan yaitu bentuk sapaan utuh; variasi bentuk sapaan utuh; bentuk sapaan tidak utuh; variasi bentuk sapaan tidak utuh; akronim; bentuk sapaan diikuti /e/ dan bentuk sapaan diikuti /e/ + nama anak pertama. Faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk sapaan kekerabatan tersebut adalah status sosial, usia, asal, keakraban, posisi dalam keluarga, kelahiran, memberi contoh, modernisasi dan tren.
Referensi
Azwardi. (2018). Metode Penelitian: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul & Agustina. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Ermi. (2020). Faktor Sosiokultural dalam Pembelajaran Bahasa. Pentas Vol. 6, No. (1) Mei 2020. 1-17.
Khasanah, Nova Rizki. (2020). Sapaan dalam Bahasa Jawa di Desa Bengkolansalak Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Skripsi. Universitas Islam Riau.
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguitik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Laksono, Robin Tri. (2020). Deskripsi dan Faktor yang Melatarbelakangi Penggunaan Sapaan dalam Masyarakat Desa Prayunan Kecamatan sragen Kabupaten Sragen. https://eprints.ums.ac.id/80204/13/NASPUB.pdf. 15 Januari 2025 (16:19)
Luviana, Citra. (2016). Kata Sapaan Kekerabatan Masyarakat Transmigran Jawa Tengah di Desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang Provinsi Jambi. http://scholar.unand.ac.id/17841/ . 12 September 2024 (14:20).
Maulida, Rachma Wulan. (2015). Kata Sapaan dalam Komik Les Aventures De Tintin Seri Les 7 Boules De Cristal. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Nardiati, S., Suwadji, Sukardi, Pardi & Suwatno, E. (1993). Kamus Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Ngalimun. (2016). Efektivitas Komunikasi Berkelanutan Budaya Jawa (Studi Kasus dalam Bentuk Sapaan Antaranggota Keluarga). Jurnal Komunikasi Bisnis dan Manajemen. Vol.3 No.5 Januari 2016, 1-19.
Saadah, Imarotus. (2016). Penggunaan Kata Sapaan pada Masyarakat Jawa di Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember.
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/79231/IMAROTUS%20SAADAH.pdf?sequence=1. 28 September 2023 (10:05).
Sari, Ririn Herda. (2023). Analisis Kata Sapaan Keluarga Campuran Karo dan Jawa Kajian Sosiolinguistik. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Suryadi, M. (2012). Kerapuhan Penggunaan Bahasa Jawa pada Keluarga Muda Jawa Perkotaan. Seminar Internasional “Language Maintenance and Shift II” Universitas Diponegoro Semarang, 67-72.
Tunjung, Wantorojati. 2015. Penggunaan Kata Sapaan dalam Bahasa Jawa Banyumasan di Kabupaten Cilacap. Skripsi. Universitas Jember. Jember.
Utama, Fefriadi R. (2012). Kata Sapaan Dalam Bahasa Minangkabau Di Kenagarian Tuik IV Koto Mudiak Batang Kapeh Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP, Vol. 1, No. 1, 2012, 646-653.
Wibowo, Ridha Mashudi & Retnaningsih, Agustin. (2015). Dinamika Bentuk-Bentuk Sapaan Sebagai Refleksi Sikap Berbahasa Masyarakat Indonesia. Jurnal Humaniora Vol. 27 No. 3 Oktober 2015, 269-282
Yolanda, Cindi. (2020). Struktur Sapaan dalam Sistem Kekerabatan Marga Ranau Desa Jepara Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Fatah.
Yulis, Dearby Wandira, dan Febria, Rani. (2024). Pergeseran Sistem Sapaan dalam Bahasa Jawa di Desa Sungai Pasir Putih Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 3, No. 3, Oktober 2024. 17-27.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.