Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Eko-Kultural untuk Penguatan Edu-Wisata di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Kata Kunci:
pembelajaran bahasa Indonesia, eko-kultural, edu-wisataAbstrak
Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah wahana yang tepat untuk menyajikan pembelajaran berbasis konten (Content Based Learning) karena merupakan pembelajaran berbasis teks. Akhir-akhir ini, eko-kultural menjadi tren lagi yang dibuktikan dengan berbagai hal yang dibangun dan dibranding sebagai sebuah kebijakan, teknologi, produk, barang, dan jasa yang berbasis eko-kultural. Dalam praktiknya, pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah memiliki potensi untuk dirancang sebagai pembelajaran berbasis konten (Content Based Learning) dengan pendekatan eko-kultural. Melalui integrasi antara pembelajaran Bahasa Indonesia dengan konten berbasis pendekatan eko-kultural, diharapkan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah memberikan dukungan terhadap pengembangan edu-wisata berbasis eko-kultural di Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Eko-Kultural untuk Penguatan Edu-Wisata di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” memiliki urgensi dan relevansi dengan arah muara fokus-fokus penelitian di Universitas Jember dan mendukung skema pembangunan nasional yang dirancang oleh pemerintah.
Referensi
Atho’illah, Alief. 2019. Perancangan Wisata Eko-Kultural di Sendangduwur Kabupaten Lamongan dengan Pendekatan Arsitektur Simbiosis. Laporan tugas akhir: tidak diterbitkan
Brida NTB. 2020. Program Edu-Wisata. https://brida.ntbprov.go.id/program/edu-wisata/#:~:text=Program%20Edu%20Wisata%20merupakan%20program,dini%20sampai%20dengan%20perguruan%20tinggi. [diakses 25 Januari 2024]
Coyle, D. 2007. Content and Language Integrated Learning: Towards a Connected Research Agenda for CLIL Pedagogies. The International Journal of Bilingual Education and Bilingualism. 10(5), 543–562.
Ekins, Paul dan Joyeeta Gupta. 2019. Perspective: a healthy planet for healthy people. Global Sustainability. Vol. 2. No 1. Hal 1-8. Cambridge University, UK
Hays, A. (2018). Design of The Yunnan Eco-Cultural Compound. Kunming: Science and Technology University.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK/MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kominfo Jatim. 2023. Bromo jadi Taman Nasional Tercantik di Dunia. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/bromo-jadi-taman-nasional-tercantik-di-dunia [diakses 24 Januari 2024]
Memon, Masood Akhtar , Abdul Malik Abbasi2 , Salma Niazi , Imtiaz Husain , and Syeda Sarah Junaid. (2023). Vocabulary Acquisition Through Content and Language Integrated Learning. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), Vol. 18 No. 12.
Mutiah, Arju. 2014. Representasi Pendekatan Whole Language dalam Sajian Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks. Dalam Prosiding Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya. Yogyakarta: Gress Publishing.
Pitarch, Ricardo. (2017). Gamifying Content and Language Integrated Learning with Serious Videogames. Journal of Language and Education, 3(3), 107-114. doi:10.17323/2411-7390-2017-3-3-107-114
Sulistiani, Siti Nuriska dan Lighar Dwinda Prisbitari. 2011. Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat (Comunity Based Tourism/CBT) Di Taman Nasional Gunung Salak. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Sutisno, Aliet Noorhayati dan Arief Hidayat Afendi. 2018. Penerapan Konsep Edu-Ekowisata sebagai Media Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan. Ecolab Vol. 12 No. 1 Januari 2018 : 1 – 52.
Thamrin, Husni. 2016. Ecoculture dalam Pelestarian Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional “Pelestarian Lingkungan & Mitigasi Bencana” Pekanbaru, 28 Mei 2016
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.