Fiksi Karya Korrie Layun Rampan: Perspektif Ekoimperialisme
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v9i2.2908Kata Kunci:
Kalimantan Forest; Ecocriticism; Ecoimperialism.Abstrak
Kalimantan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Di bawah permukaannya, tersimpan berbagai mineral dan hasil tambang bernilai tinggi seperti batubara dan emas. Selain itu, hutan Kalimantan yang lebat menjadi habitat bagi beragam jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan masyarakat, khususnya suku-suku asli yang tinggal di pedalaman, seperti suku Dayak. Namun, kekayaan ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para konglomerat yang, atas nama perusahaan dengan izin pemerintah seperti HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan HTI (Hutan Tanaman Industri), melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam tersebut. Aktivitas ini telah membawa dampak negatif yang signifikan, baik terhadap ekosistem maupun terhadap kehidupan masyarakat adat di pedalaman Kalimantan. Fenomena ini menjadi fokus dalam karya fiksi Korrie Layun Rampan, khususnya novel Api Awan Asap dan kumpulan cerpen Tarian Gantar, yang menggambarkan kehancuran lingkungan serta penderitaan masyarakat adat akibat keserakahan dalam eksploitasi sumber daya alam. Untuk memahami dan mengkaji karya-karya ini, penelitian ini menggunakan pendekatan teori ekokritik dengan perspektif ekoposkolonialisme, yang berfokus pada konsep ekoimperialisme (ecological imperialism). Kajian ini mengidentifikasi tiga dimensi utama dari ekoimperialisme dalam karya tersebut, yaitu: pandangan dualistik (dualistic thinking) antara masyarakat adat dan konglomerat terhadap lingkungan, biokolonisasi (biocolonization), serta rasisme lingkungan (environmental racism).
Referensi
Buell, L. (2005). The Future of Environmental Criticism: Environmental Crisis and Literary Imagination. USA: Blackwell Publishing.
Bungin, B. (2012). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press.
Curtin, D. (2005). Environmental Ethics for a Postcolonial World. English: Rowman & Littlefield.
Foster, J. B. (2009). The Ecological Revolution: Making Peace with the Planet. USA: Monthly Review Press.
Gairn, L. (2008). Ecology and Modern Scottish Literature. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Garrard, G. (2004). Ecocriticism: the New Critical Idiom. NY: Routledge.
Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996). The Ecocticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. Georgia: University of Georgia Press.
Gonçalves, D. S. (2014). A Literary Perspective on the Environment: Rethinking Development through Art. Desenvolvimento e Meio Ambiente, 29. https://doi.org/10.5380/dma.v29i0.31902
Huggan, G., & Triffin, H. (2010). Postcolonial Ecocriticism: Literature, Animal, Environment. NY: Routledge.
Janaki, S. (n.d.). D.H. Lawrence’s Lady Chatterley’s Lover - an Ecological Perspective. Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS), 1(15), 52–54.
Juliasih, K. (2013). MANUSIA DAN LINGKUNGAN DALAM NOVEL LIFE IN THE IRON MILLS KARYA REBECCA HARDINGS DAVIS. LITERA, 11(1). https://doi.org/10.21831/ltr.v11i1.1149
Marzek, R. P. (2007). An Ecological and Postcolonial Study of Literature. NY: Palgrave Macmillan.
Mukherjee, U. P. (2010). Postcolonial Environments: Nature, Culture, and the Contemporary Indian Novels in English. NY: Palgrave Macmilan.
Opperman, S. (2010). Ecological Imperialism in British Colonial Fiction. Journal of Faculty of Letters, 24(1), 179–194.
Patton, M. Q. (2009). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rampan, K. L. (1999). Api Awan Asap. Jakarta: Grasindo.
Rampan, K. L. (2002). Tarian Gantar. Magelang: Indonesiatera.
Ratna, N. K. (2013). Teori, Metode, dan teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rosyidah, U. N. D. (2012). Ecological Imperialism dalam Novel Anak Bakumpai Terakhir Karya Yuni Nurmalia. 1st Litery Studies Conference.
Sangidu. (2014). Penelitian Sastra, Pendekatan, Teori, Metode, Teknik dan Kiat. Yogyakarta: Unit Penerbitan Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.