Ketidaksantunan Berbahasa dalam Acara ILC Episode “Cerita Berbelit Pembunuhan Yosua: Kebohongan Apa Lagi yang Belum Terungkap
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v8i1.408Kata Kunci:
Ketidaksantunan, Wujud, Strategi, 'Tindak TuturAbstrak
Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: “Bagaimana wujud dan subkategori ketidaksantunan berbahasa dalam acara ILC episode cerita berbelit pembunuhan yosua: kebohongan apa lagi yang belum terungkap?”. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsika wujud dan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam acara kanal youtube ilc episode cerita berbelit pembunuhan yosua: kebohongan apa lagi yang belum terungkap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dokumentasi untuk penelitian ini menggunakan simak bebas libat cakap. Dalam penganalisisan data peneliti menggunakan metode deskriptif. Wujud tuturan ketidaksantunan berbahasa ditemukan kategori asertif subkategri mengatakan tiga tuturan, subkategori melaporkan empat tuturan, subkategori menyebutkan dua tuturan. Kategori direktif subkategori menyuruh satu tuturan, subkategori memohon satu tuturan, subkategori menuntut dua tuturan, subkategori menyarankan satu. Interogtif satu tuturan. Strategi ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan dalam ranah diskusi kasus ferdy sambo pada acara ILC dalam kategori kesembronoan tiga tuturan subkategori (asosiai dengan ungkapan, sinisme dengan ejekan), tiga tuturan main-mainkan muka sepihak (mencerca dengan ejekan, meremehkan dengan sinisme), tiga tuturan melecehkan muka (memerintah beserta kata-kata kasar, mencerca dengan ejekan), dua tuturan mengancam muka (mempringatkan dengan ungkapan kasar, menyuruh dengan ungkapan kasar), dan empat tuturan menghilangkan muka (memperingatkan dengan sindiran, memerintah dengan sindiran, memperingatkan dalam analogi negatif, mengingatkan dengan perumpaan hiperbola, memperingatkan dengan sindiran).
Referensi
Adikayanti, L. (2020). BENTUK KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMENTAR BERITA POLITIK PILPRES 2019 PADA SITUS BERITA ONLINE. Diambil kembali dari https://repository.ummat.ac.id/1577/
Anggrayni, M. (2020). PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM “LAMBETURAH_OFFICIAL” DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. Diambil kembali dari https://repository.unsri.ac.id/66430/
ASMORONINGTYAS, B. (2020). STRATEGI KETIDAKSANTUNAN POSITIF DALAM ACARA TALKSHOW BROWNIS TRANS TV. Diambil kembali dari https://jurnal.uns.ac.id/ni/article/view/46110
Bahari, M. Y. (2020). FENOMENA KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM DIALOG INTERAKTIF SUGI NUR RAHARJA. Diambil kembali dari http://riset.unisma.ac.id/index.php/jp3/article/view/11635/9382
Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
HIDAYAH, I. N. (2020). KETIDAKSANTUNAN UJARAN KEBENCIAN DALAM AKUN GOSIP DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA. Diambil kembali dari https://e-journal.usd.ac.id/index.php/sintesis/article/view/2767
Kunjana Rahardi, Y. S. (2016). Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kunjana Rahardi. (2020). PRAGMATIK: Konteks Ekstralinguistik dalam Perspektif Cyberpragmatics. Yogyakarta: Penerbit Amara Books.
Laksono, K. (2014). Ketidaksantunan Berbahasa dan Dampaknya dalam Pembentukan Karakte. Diambil kembali dari https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/4374/6.%20Kisyani-Laksono.pdf;sequence=1
Pamujiono, A. (2020). KESANTUNAN BERBAHASA, PENDIDIKAN KARATER, DAN PEMBELAJARAN YANG HUMANIS. Tangerang Selatan: INDOCAMP.
Umar Sidiq, M. C. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. CV. Nata Karya.
Wulandari, F. M. (2016). PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN AHOK (AK) DALAM WAWANCARA EKSKLUSIF KISRUH DPRD DKI JAKARTA DI KOMPAS TV. Diambil kembali dari http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/BB/article/view/71
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.