Durasi, Frekuensi, dan Intensitas pada Remaja dalam Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai Asahan

Penulis

  • Dini Eka Maulida Universitas Sumatera Utara
  • T Syarfina Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32528/jbb.v11i1.4812

Kata Kunci:

fonetik akustik, remaja, bahasa Melayu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik fonetik akustik berupa durasi, frekuensi, dan intensitas ujaran remaja penutur asli Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai Asahan (BMDTA) berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan pendekatan instrumental. Data penelitian berupa rekaman ujaran kalimat deklaratif ‘kucingtu talenggek kaReto’ (kucing itu tertabrak motor) yang dituturkan oleh tiga informan, yaitu dua remaja perempuan dan satu remaja laki-laki berusia 17-18 tahun yang merupakan penutur asli BMDTA. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik rekam, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Praat untuk memperoleh nilai durasi, frekuensi, dan intensitas suara. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi dan pengukuran berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutur perempuan cenderung memiliki durasi ujaran lebih panjang dibandingkan penutur laki-laki. Penutur RP II menghasilkan durasi paling panjang sebesar 2.897 detik, sedangkan penutur RL menghasilkan durasi paling singkat sebesar 2.031 detik. Pada aspek frekuensi, penutur perempuan menunjukkan nilai frekuensi maksimal lebih tinggi, dengan frekuensi tertinggi ditemukan pada RP I sebesar 326.5 Hz, sedangkan frekuensi maksimal terendah terdapat pada RL sebesar 174.9 Hz. Pada aspek intensitas, RP II menunjukkan intensitas maksimal tertinggi sebesar 80.5 dB, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh gender. Perbedaan karakteristik akustik tersebut dipengaruhi oleh faktor fisiologis, sosial, serta kebiasaan bertutur oleh penutur.

Referensi

Boersma, P., Benders, T., & Seinhorst, K. (2020). Neural Network Models For Phonology And Phonetics. Journal Of Language Modelling, 8(1), 103–177. Https://Doi.Org/10.15398/JLM.V8I1.224

Harahap, F. J., Az-Zahra, N., Syarfina, T., & Malayu, S. M. (2025). Analisis Suprasegmental Pengucapan Kalimat Interogatif Dalam Bahasa Mesir. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 26(2), 513–532. Https://Doi.Org/10.23960/Aksara.V26i2.16

Harrington, J. (2010). Phonetic Analysis Of Speech Corpora. John Wiley & Sons.

Hasmiza, H. (2025). Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Lokal Dan Regional: Tinjauan Atas Fungsi Dan Perkembangannya Di Indonesia. Jurnal Tapak Melayu, 3(1), 103–116. Https://Doi.Org/10.56783/Tm.V3i03.287

Hima, R., & Rois, H. (2022). Fonetik Eksperimental: Dimensi Gender Pada Cross Tone Kalimat Interogatif. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(2), 205–223. Https://Doi.Org/10.22219/Kembara.V8i2.21744

Ihsan, R. F., & Siagian, I. (2023). Pengaruh Fonologi Pada Kajian Fonetik Dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(23), 621–635.

Irawan, Y. (2017). Fonetik Akustik. Angkasa.

Irawan, Y., & Dinakaramani, A. (2019). Prosodi: Fonetik & Fonologi Bahasa. Alfabeta.

Johnson, K. (2011). Acoustic And Auditory Phonetics. John Wiley & Sons.

Kent, R. D., & Kim, Y. (2008). Acoustic Analysis Of Speech. In The Handbook Of Clinical Linguistics (Pp. 360–380). Blackwell Publishing.

Kuswantari, T. D., Atusaadah, M. R., Syarfina, T., & Sitinjak, M. (2022). Analisis Prosodi Dalam Bahasa Batak Toba: Kajian Fonetik Akustik. Suar Betang, 17(2), 211–221. Https://Doi.Org/10.26499/Surbet.V17i2.388

Ladefoged, P., & Johnson, K. (2015). A Course In Phonetics (7th Ed.). Cengage Learning.

Mubin, I. S., & Laksman-Huntley, M. (2021). Intonasi Tuturan Deklaratif Dan Interogatif Bahasa Indonesia Oleh Pemelajar Korea. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 43–62. Https://Doi.Org/10.34050/Jib.V9i2

Narhan, R., Sholihatun, P., & Syarfina, T. (2023). Analisis Frekuensi, Intensitas, Dan Durasi Pada Bahasa Turki Oleh Native Speaker Dan Non-Native Speaker Menggunakan Praat. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 20(2), 351–372. Https://Doi.Org/10.30957/Lingua.V20i2.840

Ningsih, T. W. R. (2021). Analisis Eksperimental Untuk Menemukan Ciri Distingtif Komposisi Tingkat Titi Nada Dan Distribusi Tekanan Dalam Frasa Dan Kalimat Bahasa Indonesia. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 425–430.

Rois, H. (2022). Prosodi Bahasa Indonesia Pada Penutur Pandhalungan (Asimilasi Suku Jawa–Madura): Pendekatan Fonetik Akustik (Disertasi Doktoral). Universitas Sebelas Maret. Https://Ejournal.Umm.Ac.Id/Index.Php/Kembara/Article/View/20200

Rois, H., Yustanto, H., & Wibowo, A. H. (2022). Struktur Melodi Dalam Intonasi Bahasa Indonesia: Eksperimen Pada Dimensi Gender. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMANTIKS) (Vol. 4, Pp. 249–261).

Sudaryanto. (1993). Metode Dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Duta Wacana University Press.

Unduhan

Diterbitkan

26-02-2026

Cara Mengutip

Maulida, D. E., & Syarfina, T. (2026). Durasi, Frekuensi, dan Intensitas pada Remaja dalam Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai Asahan . Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(1), 40–54. https://doi.org/10.32528/jbb.v11i1.4812