Tradisi Melabuh sebagai Folklor Sebagian Lisan: Analisis Tuturan dalam Praktik Ritual Masyarakat Banjar
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v11i2.5581Kata Kunci:
tradisi melabuh; folklore sebagian lisan; tuturanAbstrak
Tradisi melabuh pada masyarakat Banjar merupakan praktik budaya yang memadukan ritual fisik dengan tuturan atau mantra sebagai bagian dari folklor sebagian lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tuturan yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi melabuh serta menganalisis fungsi tuturan tersebut dalam konteks praktik ritual masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta dokumentasi untuk mencatat tuturan mantra secara akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi melabuh dilakukan dengan melarungkan sesaji ke sungai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau entitas gaib (datu). Tuturan dalam ritual memegang peranan sentral sebagai medium komunikasi simbolik dan transendental. Secara linguistik, bentuk tuturan didominasi oleh tindak tutur direktif yang direalisasikan dengan tingkat kesantunan tinggi, serta didukung oleh tindak tutur asertif dan ekspresif. Penggunaan diksi halus dalam bahasa Banjar mencerminkan strategi penghormatan terhadap entitas yang dianggap memiliki kedudukan tinggi. Secara fungsional, tuturan mantra memiliki fungsi simbolik sebagai penghubung dunia manusia dengan roh, fungsi normatif sebagai penguat nilai-nilai leluhur, serta fungsi praktis sebagai sarana tolak bala dan perlindungan bagi kelompok. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa folklor sebagian lisan bersifat dinamis dan kontekstual, di mana variasi tuturan antar keluarga menantang generalisasi terhadap praktik budaya Banjar. Pendokumentasian ini penting sebagai upaya pelestarian warisan budaya takbenda di tengah arus modernisasi.
Referensi
Afridi, J., Rasheed, K. A., & Abid, N. U. S. (2025). Exploring the Role of Folklore in Preserving and Transmitting Cultural Heritage across Generations: A Qualitative Study of Muzaffarabad, Azad Jammu and Kashmir, Pakistan. The Critical Review of Social Sciences Studies, 3(1), 2563–2574. https://ejournal.ppb.ac.id/index.php/lacultour%0AThe
Annisa, N., Mutiani, Jumriani, Triyono, S., & Rahmia, S. H. (2025). Malabuh Ritual in the Life of Riverbank Communities in Kelayan. Journal of Social Development, 3(November), 73–86. https://doi.org/https://doi.org/10.20527/jsd
Ayu, R., Putri, S., Saputra, F., Mirandi, R., Sosiologi, P. S., Umar, U. T., & History, A. (2025). Strategi Pelestarian Folklore Dalam Masyarakat di Gampong Mugo Rayeuk Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat. Sagita Academia Journal, 3(3), 71–76. https://doi.org/https://doi.org/10.61579/sagita.v3i3.494
Azwa, S. A., & Khairussalam. (2023). INTERAKSIONISME SIMBOLIK MAKNA PIDUDUK DALAM KEPERCAYAAN MASYARAKAT BANJAR DI DESA SUNGAI KUPANG, KABUPATEN BANJAR. Huma: Jurnal Sosiolog, 2(2), 184–192. https://doi.org/https://doi.org/10.20527/h-js.v2i2.70
Dota, N. H., Purrnamasari, H., & Amrullah, I. (2025). Nilai dan Fungsi Mantra dalam Ritual Purung Ta Liang Marapu Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1), 596–626. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4562
Hardiyanto, T., Rosidin, O., & Putri, A. A. K. (2025). Analisis Kontrastif Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Belanda. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1.C), 248–254. https://doi.org/https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/9706
Masitoh, D., & Putra, V. G. R. (2024). Mantra dhanyang mageri omah: analisis fonologis, morfologi, dan sintaktis dalam perspektif aksiologis. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(1), 107–122. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i1.854
Munawwarah, R., & Noortyani, R. (2021). TUTURAN RITUAL MALABUH PADA MASYARAKAT BANJAR KALIMANTAN SELATAN ( RITUAL SPEECH MALABUH IN BANJAR COMMUNITY OF SOUTH KALIMANTAN ). Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 11(1), 99–110.
Mutaqin, M. A. (2021). BUDAYA MELABUH SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN UNTUK MEMENUHI HAJAT.
Nugroho, B. A. (2023). FOLKLOR INDONESIA (J. I. S. D. Max (ed.); 1st ed.). PENERBIT MULAWARMAN UNIVERSITY PRESS IKAPI.
Qu, F. (2021). Embodiment of Ancestral Spirits, the Social Interface, and Ritual Ceremonies: Construction of the Shamanic Landscape among the Daur in North China. Religions, 12, 567. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel12080567
Riana, D. R., Yayuk, R., Jahdiah, Suryatin, E., & Hidayatullah, D. (2022). Tuturan Bermakna Budaya sebagai Pembelajaran Kearifan Lokal Masyarakat Banjar : Studi Etnopedagogi. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(2), 301–318. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index
Rohmiyati. (2023). KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ADAT BANJAR BAANTARAN JUJURAN. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 13(1), 76–91. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v13i1.10703
Saragih, E., Chaldun, W., Sumbayak, D. M., Girsang, B. M., Perlindungan, & Purba, A. (2025). Umpasa as an Oral Tradition in Simalungun Society : From the Perspective of Communication Ethnography. Theory and Practice in Language Studies, 15(4), 1146–1155. https://doi.org/https://doi.org/10.17507/tpls.1504.13
Sofiyullah, M., Missriani, & Fitriani, Y. (2024). Cultural Values Contained in the Mantra to Protect the Malay Community in Kemuja Village, West Mendo District, Bangka Regency. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 7(2), 335–347. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/index
Susianti, H. W., Moon, Y. J., & Budi, I. S. (2024). The Relationship Between Culture and Language : An Anthropological Linguistics Study. LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism, 3(2), 74–83. https://doi.org/10.52352/lacultour.v3i2.1611
T, K. B. (2025). The Role of Folklore in Modern Culture. Research Invention Journal of Law, Communication and Languages, 5(2), 66–71. https://doi.org/https://doi.org/10.59298/RIJLCL/2025/526671
Ulfah, A. (2022). Fungsi Kesantunan Tindak Direktif Guru Taman Kanak Kanak dalam Interaksi Pembelajaran. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, [S.L.], 8(1), 209–220. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i1.672
Wedawati, M. T., Abida, If. I. N., & Damanhuri, A. (2022). Cultural and Moral Values in East Javanese Folklore. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 5(3), 411–415. https://doi.org/https://doi.org/10.34050/elsjish.v5i3.22230
Wigrahanto, K., Dermawan, T., & Sulistyorini, D. (2023). Fungsi Mantra Kenduri dalam Upacara Adat Keduk Beji. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 0341, 295–308.
Zort, Ç., Karabacak, E., Öznur, Ş., & Dağlı, G. (2023). Sharing of cultural values and heritage through storytelling in the digital age. Frontiers in Psychology, 12(1104121). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1104121
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




