Pengembangan Green House Tanaman Obat Keluarga sebagai Fasilitas Kolektif di Desa Tegalsari, Kabupaten Jember

Authors

  • Rizka Ramdhani Universitas Muhammadiyah Jember
  • Dela Permata Sari Universitas Muhammadiyah Jember
  • Khoirun Nadia Universitas Muhammadiyah Jember
  • Nurul Fathiyah Fauzi Universitas Muhammadiyah Jember

Keywords:

pemberdayaan masyarakat, green house, tanaman obat keluarga, kolaborasi

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember dilaksanakan dengan fokus pada pembangunan green house tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai fasilitas kolektif yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Inisiatif ini berangkat dari kebutuhan akan sarana budidaya tanaman obat yang berkelanjutan, sekaligus sebagai upaya memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa dan elemen masyarakat, meliputi karang taruna, ibu-ibu PKK, koperasi merah putih, BUMDes, serta empat kelompok tani. Proses pembangunan dilakukan secara partisipatif dengan pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari penyediaan tenaga, bibit tanaman, hingga dukungan kelembagaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa green house yang dibangun mampu menampung tujuh klaster tanaman obat berbeda sesuai kontribusi kelompok masyarakat. Lebih jauh, keberadaan fasilitas ini tidak hanya menyediakan akses terhadap tanaman obat keluarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta memperkuat kohesi sosial desa. Kesimpulannya, sinergi pemerintah desa dan masyarakat melalui pembangunan green house TOGA di Tegalsari berhasil mewujudkan model pemberdayaan berbasis kolaborasi multi pihak yang berkelanjutan, sekaligus dapat direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan potensi lokal.

References

1. World Health Organization. WHO traditional medicine strategy 2014–2023. Geneva: World Health Organization; 2013.

2. Heinrich M, Barnes J, Gibbons S, Williamson EM. Fundamentals of pharmacognosy and phytotherapy. 2nd ed. London: Churchill Livingstone; 2012.

3. Sofowora A. Medicinal plants and traditional medicine in Africa. 3rd ed. Ibadan: Spectrum Books; 2008.

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.

5. Widyastuti H. Pengembangan tanaman obat keluarga untuk kesehatan masyarakat. J Kesehat Masy. 2015;10(2):123–30.

6. Wahyuni S, Sari R. Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. J Pengabdian Kpd Masy. 2020;4(1):45–52.

7. Nelson PV. Greenhouse operation and management. 7th ed. New Jersey: Prentice Hall; 2012.

8. Kemmis S, McTaggart R. Participatory action research: communicative action and the public sphere. London: Sage Publications; 2005.

9. Barnes J, Anderson LA, Phillipson JD. Herbal medicines. 3rd ed. London: Pharmaceutical Press; 2007.

10. Yulianti SN. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai peluang usaha masyarakat. J Agribisnis Indones. 2019;7(2):150–8.

Downloads

Published

2026-04-23

How to Cite

Ramdhani, R., Permata Sari, D., Nadia, K., & Fathiyah Fauzi, N. (2026). Pengembangan Green House Tanaman Obat Keluarga sebagai Fasilitas Kolektif di Desa Tegalsari, Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Berbagi Manfaat, 1(1), 22–33. Retrieved from https://ejurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/JPBM/article/view/5310