Menumbuhkembangkan Scientific Awareness melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Bertema Green Industry

Penulis

  • Ahmad Syukron Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.32528/bb.v7i2.109

Kata Kunci:

Scientific Awareness, Green Industry, pembelajaran bahasa Indonesia

Abstrak

Akhir-akhir ini, energi menjadi isu yang ramai menjadi topik pembicaraan dan diksusi, mulai dari nasional hingga global. Hal ini terkait erat dengan ketersediaan sumber energi di dunia sampai dengan masalah pemanasan global dan perubahan iklim. Poros pengembangan energi menjadi agenda politik prioritas di berbagai negara di dunia. Pemerintah Indonesia juga telah merencanakan dan menjalankan beberapa kebijakan yang strategis secara nasional guna menjaga stabilitas energi nasional. Penyelamatan energi diarahkan ke energi hijau (Green Energy). Konsep energi hijau menjadi titik mula dikembangkannya industri yang kondusif terhadap lingkungan atau banyak dikenal melalui istilah Green Industry. Green Industry merupakan konsep industri yang hemat energi dan ramah lingkungan Hal ini ditandai dengan perlombaan para produsen yang melabeli produknya dengan label “Hemat Energi”, “Save Energy”, dan “Ecolable”. Untuk mendukung hal itu, siswa perlu dibentuk kesadaran ilmiahnya (Scientific Awareness) agar mampu berinovasi dalam koridor Green Industry. Tema Green Industry untuk membentuk Scientific Awareness siswa dapat diinternalisasikan ke dalam berbagai komponen pembelajaran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena diasumsikan sebagai wahana yang tepat untuk menyajikan pembelajaran berbasis konten (Content Based Learning) karena merupakan pembelajaran berbasis teks.

Referensi

Coyle, D. (2007). Content and Language Integrated Learning: Towards a Connected Research Agenda for CLIL Pedagogies. The International Journal of Bilingual Education and Bilingualism. 10(5), 543–562.

Hendratno, S. (2014). Isu Global Energi. http://studioriau.com/el/artikel/energi/isu-global-energi.html (diakses 4 Juni 2022)

Kemenprin. (2012). Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau. Jakarta: Kementrian Perindustrian.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA/MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementrian ESDM. (2012). Kajian Analisis Isu-isu Sektor ESDM. Jakarta:Pusat Data dan Informasi Sumber Daya Mineral.

Lestari, I. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akdemia Permata.

Mcbride, B. B. , C. A. Brewer, A. R. Berkowitz, dan W. T. Borrie. (2013). Environmental literacy, ecological literacy, ecoliteracy: What do we mean and how did we get here? ESAJOURNAL. Volume 4(5) hal 1—20. Mei 2013.

Mutiah, A. (2014). Representasi Pendekatan Whole Language dalam Sajian Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks. Dalam Prosiding Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya. Yogyakarta: Gress Publishing.

Syukron, A. (2017). “Arah Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Industri Kreatif dan Industri Budaya di Era Global”. Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konteks Global No. 4 (hlm 35-42) Maret 2017.

Syukron, A. (2022). “Arah Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berwawasan Lingkungan”. Mengembangkan Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajarannya dalam Merdeka Belajar. Jember: Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jember

UNIDO. (2011). UNIDO Green Industry. Vienna:United Nations Industrial Development Organization

Viskontas, I. (2011). 12 Essential Scientific Concepts. San Fransisco: Universisty of California

Unduhan

Diterbitkan

27-09-2022

Cara Mengutip

Syukron, A. (2022). Menumbuhkembangkan Scientific Awareness melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia Bertema Green Industry . BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 197–206. https://doi.org/10.32528/bb.v7i2.109