Bahasa Indonesia Interferensi Penekanan Bahasa Jawa terhadap Bahasa Indonesia: Studi Kasus di WhatsApp
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v7i2.26Kata Kunci:
interferensi, bahasa jawa, indonesia, studi kasusAbstrak
Penelitian ini membahas interferensi penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia serta faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa penekanan Jawa terhadap bahasa Indonesia melalui studi kasus via WhatsApp. Penelitian ini mengkaji interferensi bahasa karena Indonesia merupakan masyarakat bahasa yang memiliki ciri khas masing-masing. Dari masyarakat bahasa tersebut sering terjadi fenomena kebahasaan berupa interferensi bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan permasalahan melalui fakta yang ada. Data dalam penelitian ini berupa rekaman suara yang memuat penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Instrumen penelitian ini menggunakan wawancara via WhatsApp. Sumber data yang diperoleh dari wawancara menggunakan teknik pancingan untuk mendapatkan informasi berupa kesalahan pada penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui interferensi penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. (2) Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya interferensi bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Terdapat beberapa interferensi penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia, yaitu berasal dari kesalahan tataran bidang fonologi, kesalahan tataran bidang morfologi, dan kesalahan tataran bidang semantik. (2) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi penekanan bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia, yaitu lingkungan sosial tempat tinggal, adanya kedwibahasaan penutur bahasa, dan meningkatkan kemampuan berbahasa oleh penutur.
Referensi
Diani, I., Yunita, W., & Syafrudin. (2019). Interferensi Bahasa Indonesia terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Universitas Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa (Semiba), 164–173.
Firmansyah, M. A. (2021). Interferensi Dan Integrasi Bahasa: Kajian Sosiolinguistik. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya, 8(1), 46–59.
Hasan, M, Harahap, T. K., Hasibuan S, Rodliyah, I., Thalhah, S, Z., Rakhman, C, U., … Herman. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Muhammad Hasan, ed.). Tahta Media Grup. Retrieved from https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=bT1vEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA19&dq=info:0Semww34nJQJ:scholar.google.com/&ots=QPYmHYl93W&sig=rpojC3oFBos241tDj-6THZXtdYo&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false%0A%0A
Idora, M., Mustafa, M. N., & Septyanti, E. (2021). Kesalahan Fonologi Gelar Wicara Mata Najwa Trans 7. Jurnal Silistik Dimensi Linguistik, 1(1), 8–18.
Noermanzah. (2019). Bahasa sebagai Alat Komunikasi, Citra Pikiran, dan Kepribadian. 306–319.
Pitoyo, A. (2017). iNTERFERENSI BAHASA JAWA KE DALAM BAHASA INDONESIA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM PERKULIAHAN KEPROTOKOLAN. Jurnal Pena Indonesia, 3(2), 130–146.
Pratiwi, J, Y. (2022). Interferensi Fonologi dan Morfologi Bahasa Jawa dalam Indonesia pada Youtube Korea Reomit. SAPALA, 9(4), 143–153.
Satyawati, M. S., Artawa, K., & Said, R. (2016). Peran Semantis Subjek dalam Klausa Muna (The Semantical Role of Subject in the Clauses of Munanese Language). Mozaik Humaniora, 16(2).
Solikhah, I. ., Janah, M, N., & Sidik, M. (2020). Kesalahan Berbahasa Tataran Semantik dalam Unggahan Instagram @kominfodiy. Jurnal, 9(2), 43–50.
Sukirman. (2021). Beberapa Aspek dalam Kedwibahasaan (Suatu Tinjaun Sosiolinguistik). Jurnal Konsepsi, 9(4), 191–197. Retrieved from https://p3i.my.id/index.php/konsepsi
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.