Relevansi Tuturan Direktif Film Sejuta Sayang Untuknya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Penulis

  • Nuskhatul Huwaida Umi Astutik Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Andi Haris Prabawa Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.32528/bb.v7i2.29

Kata Kunci:

Tuturan direktif, Pembelajaran, Film

Abstrak

Film merupakan media audio visual yang dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi tindak tutur direktif dalam film Sejuta Sayang Untuknya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang tidak mengacu pada hitungan atau angka melainkan tuturan dalam dialog film Sejuta Sayang Untuknya dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan bentuk tindak tutur direktif yang sering muncul dalam film Sejuta Sayang Untuknya, yakni meminta, memerintah, menasehati, merekomendasikan, bertanya, dan melarang. Berdasarkan hasil penelitian tindak tutur direktif yang ditemukan memuat ajakan, saran, araham yang sesuai dengan ciri kebahasaan teks persuasi ditandai dengan kata “Ayo”, “Jangan”, dan “Seharusnya”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian bentuk tindak tutur direktif film Sejuta Sayang Untuknya dapat dijadikan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia khususnya teks persuasi.

Referensi

Akbar, S. (2018). Analisis Tindak Tutur pada Wawancara Putra Nababan dan Presiden Portugal (Kajian Pragmatik). SeBaSa, 1(1), 27. https://doi.org/10.29408/sbs.v1i1.792

Andriarsih, L. (2020). Tindak Tutur Direktif dalam Interaksi Penjual dan Pembeli Online Shop di Media Sosial Whatsapp. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 12(02), 120–132.

Angela, M., & Winduwati, S. (2020). Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasite). Koneksi, 3(2), 478. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6480

Elmita, W., Ermanto, & Ratna, E. (2013). Tindak Tutur Direktif Dalam Proses Mengajar Di TK Nusa INdah Banuran Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 139–147.

Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan Rasisme Dalam Film (Analisis Resepsi Film Get Out). Jurnal Manajemen Maranatha, 18(2), 127–134. https://doi.org/10.28932/jmm.v18i2.1619

Gunarto, A. (2022). MENINGKATKAN HASIL AKTIVITAS BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MODEL KOOPERATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SEMESTER GENAP DI KELAS VIII-2 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 DI SMP NEGERI 2 NGADIROJO, KABUPATEN PACITAN. IX(2), 55–61.

Insani, E. N., & Sabardila, A. (2016). Tindak Tutur Perlokusi Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Xi Smk Negeri 1 Sawit Boyolali. Jurnal Penelitian Humaniora, 17(2), 176. https://doi.org/10.23917/humaniora.v17i2.2509

Kirom, A. (2017). Peran Guru Dan Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran. Al Murabbi, 3(1), 69–80. http://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/pai/article/view/893

Moleong, L. J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Mulyani, R., & R., S. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (Ttw) Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Persuasi Siswa Kelas Viii Smp Negeri 8 Padang. Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(3), 374. https://doi.org/10.24036/108222-019883

Putri, T. D., Wardhana, D. E. C., & Suryadi. (2019). TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGAKARYA TERE LIYE. Jurnal Ilmiah Korpus, III(1), 108–122.

Prayitno, Harun Joko. 2017. Studi Sosiopragmatik. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Rahma, A. N. (2018). Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Film Animasi Meraih Mimpi. Skriptorium, 2(2), 13–24. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-skriptorium184a7bf7d4full.pdf

Sari, F. D. P. (2012). Tindak Tutur Dan Fungsi Tuturan Ekspresif Dalam Acara Galau Nite Di Metro Tv: Suatu Kajian Pragmatik. Skriptorium, 1(2), 1–14.

Sudiyono, A. C. (2019). Korelasi Tindak Tutur Representatif dengan Kemampuan Berbicara Peserta Didik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Prosiding Senasbasa (Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra), 3(2), 76–83.

Wicaksono, L. (2016). Bahasa dalam komunikasi pembelajaran. Jurnal Pembelajaran Prospektif, 1(2), 9–19. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/lp3m%0Ahttp://jurnal.untan.ac.id/index.php/lp3m/article/download/19211/16053

Wijayanti N. M., Utomo, A. P. Y. (2021). Analisis Tindak Tutur Direktif Pada Novel Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata Dan Relevansinya Sebagai Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA. Jurnal Parafrasa: Bahasa, Sastra Dan Pengajaran, 3(1), 15–26.

Yuliarti, Rustono, A. N. (2015). Tindak Tutur Direktif Dalam Wacana Novel Trilogi Karya Agustinus Wibowo. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(2), 78–85.

Zhayoga, I., H., D. E., & Listyarini, I. (2020). Analisis Pengaruh Film Upin dan Ipin Terhadap Karakter Siswa. Indonesian Values and Character Educational Journal, 3(1), 3–5. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/IVCEJ/article/view/24542/14886

Unduhan

Diterbitkan

14-09-2022

Cara Mengutip

Umi Astutik, N. H., & Prabawa, A. H. (2022). Relevansi Tuturan Direktif Film Sejuta Sayang Untuknya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia. BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 173–182. https://doi.org/10.32528/bb.v7i2.29