Representasi Kebijakan Pendidikan di Indonesia dalam Novel Bakri, Sang Guru Demonstran Karya Isno El Kayyis
DOI:
https://doi.org/10.32528/bb.v8i2.841Kata Kunci:
sosiologi sastra, cermin sosial, novelAbstrak
Karya sastra menjadi wadah pengarang untuk menciptakan dunia imajinatif atau menggambarkan realitas yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis novel Bakri, Sang Guru Demonstran dari aspek sosial yang menyajikan situasi sosial dan cerminan sosial masyarakat mengenai masalah pendidikan di Indonesia pada saat ini. Novel ini mengangkat isu-isu pendidikan yang sampai sekarang masih menjadi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan sosial novel Bakri, Sang Guru Demonstran atas kebijakan pendidikan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik baca dan catat. Pendekatan sosiologi sastra Ian Watt membagi objek kajiannya menjadi tiga macam klasifikasi yang berbeda, yaitu: (1) Konteks sosial pengarang, (2) Situasi sosial, dan (3) Cermin sosial masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan latar sosiologis pengarang yang juga berprofesi sebagai guru di berbagai yayasan. Kemudian, situasi sosial ketika karya sastra terbit yaitu pada saat kurikulum 2013 telah ditetapkan. Melalui cerminan sosial masyarakat dalam novel Bakri, Sang Guru Demonstran, diingatkan akan pentingnya memahami dan menghormati peran serta hak asasi guru dalam dunia pendidikan. Teks ini mewakilkan kelompok guru sebagai tenaga pendidik dan mencerminkan situasi sosial pada tahun 2010-an. Novel ini juga mengkritik pemerintah yang senantiasa mengganti kebijakan di saat kebijakan sebelumnya belum terlaksana dengan sempurna.
Referensi
Alawiyah, F. (2015). Perubahan kebijakan ujian nasional (studi pelaksanaan ujian nasional 2015). Jurnal Aspirasi, 6(2), 189–202. http://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/view/513/409
Anwar, A. (2010). Teori Sosial Sastra. Ombak.
Aziez, F., & Hasim, A. (2012). Analisis Fiksi. MULTI KREASI SATUDELAPAN.
Damono, S. D. (1978). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Heryanti, D., & Harini, Y. N. A. (2018). Representasi Pendidikan Pada Film Jembatan Pensil. FON : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(2), 42–51. https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v13i2.1541
Kurikulum, P., Kepemimpinan, D. A. N., & Ahmad, S. (2014). Instruksional Kepala Sekolah. 8(2012), 98–108.
Muhammad. (2014). Metode Penelitian Bahasa. AR-RUZZ MEDIA.
Pardomuan, M. J. N. (2013). Kurikulum 2013 , Guru , Siswa , Afektif , Psikomotorik , Kognitif. E-Journal Universitas Negeri Medan, 6, 17–29. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gk/article/view/7085/6067
Rohma, F. (2013). KECURANGAN DALAM UJIAN NASIONAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS. Universitas Jember.
Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. PENERBIT ANGKASA BANDUNG.
Setiadi, H. (2016). Pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 166–178. https://doi.org/10.21831/pep.v20i2.7173
Situmorang, S. (2022). KAJIAN STRUKTUR, FUNGSI SOSIAL, DAN NILAI KEJUJURAN DALAM NOVEL BAKRI SANG GURU DEMONSTRAN KARYA ISNO EL KAYYIS. Universitas HKBP Nommensen.
Wahyudi, T. (2013). Sosiologi Sastra Alan Swingewood Sebuah Teori. Poetika, 1(1), 55–61. https://doi.org/10.22146/poetika.v1i1.10384
Wiyatmi. (2013). Sosiologi Sastra. Kanwa Publisher.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.