Respon Galur Harapan Kedelai Terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen Pada Penanaman Di Musim Hujan

Authors

  • Miftah Dieni Sukmasari Universitas Majalengka
  • Acep Atma Wijaya Universitas Majalengka
  • Mila Karmila Universitas Majalengka

DOI:

https://doi.org/10.32528/agritrop.v23i2.4405

Keywords:

genotip kedelai, karakter pertumbuhan dan hasil, musim hujan

Abstract

Kedelai merupakan komoditas strategis dengan kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, namun produksi nasional masih belum mencukupi. Penanaman kedelai pada musim hujan berpotensi meningkatkan produksi, tetapi dibatasi oleh kejenuhan air dan curah hujan tinggi sehingga diperlukan genotip yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penampilan karakter pertumbuhan dan hasil beberapa genotip kedelai generasi F3 pada musim hujan dengan pemberian nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata antar genotip pada karakter waktu berbunga, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, dan jumlah biji per polong. Genotip UM010, UM013, dan UM014 unggul pada karakter waktu berbunga, UM002 menunjukkan keunggulan pada jumlah polong isi dan jumlah biji per tanaman, sedangkan UM011 dan UM023 unggul pada jumlah biji per polong. Genotip-genotip tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan perakitan kultivar kedelai adaptif dan berdaya hasil tinggi untuk penanaman pada musim hujan.

References

Adie, M. M., & Krisnawati, A. (2019). Karakteristik Agronomis Genotip Kedelai Toleran Kekeringan pada Fase Reproduktif. Berita Biologi LIPI. 18(3):339- 349.

Adisarwanto, T. (2014). Kedelai: Teknologi Produksi dan Pengembangan. Malang: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Allard, R. W. (2005). Principles of Plant Breeding. Jhon Wiley and Sons, New York.

Astari, K., Yuniarti, A., Trinurani, S. E., & Setiawati, M. R. (2016). Pengaruh kombinasi pupuk n, p, k dan vermikompos terhadap kandungan c-organik, n total, c/n dan hasil kedelai (glycine max (l.) Merill) kultivar edamame pada inceptisols jatinangor. Jurnal Agroekotek. 8(2): 95–103.

Falconer, D. S., & Mackay, T. F. C. (1996). Introduction to Quantitative Genetics (4th ed.). Harlow: Longman Group Ltd.

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (1984). Statistical Procedures for Agricultural Research (2nd ed.). New York: John Wiley & Sons.

Hakim, L., & Suyamto. (2015). Heritabilitas dan harapan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif populasi galur F4 kedelai hasil persilangan. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 31(1): 22-26.

Hungria, M., & Mendes, I. C. (2015). Soybean seed co-inoculation with Bradyrhizobium spp. and Azospirillum brasilense: a new biotechnological tool to improve yield and sustainability. American Journal of Plant Sciences, 6, 811–817. https://doi.org/10.4236/ajps.2015.66087

Kharisma, B. (2018). Determinan produksi kedelai di indonesia dan implikasi kebijakannya. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana. 3: 679– 710.

Kusuma, Y. R., & Yanti, I. (2021). Pengaruh kadar air dalam tanah terhadap kadar c-organik dan keasaman (pH) tanah. Indonesian Journal of Chemical Research. 6(2): 92–97.

Muis, R., Ghulamahdi, M., Melati, M., Purwono, P., & Mansur, I. (2016). Kompatibilitas sumber inokulan fungi mikoriza arbuskular pada kedelai dengan budidaya jenuh air. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 35(3): 229–237.

Nugraha, A. N. P., Sugianto, A., Muslikah, S., & Sucahyono, D. (2022). Pengaruh Penundaan Waktu Panen Tanaman Kedelai pada Musim Penghujan terhadap Mutu Benih Varietas Detap 1 dan Devon 1 di Balitkabi Malang. Jurnal Agronisma.

Oldeman, L. R. (1975). An Agroclimatic Map of Java. Bogor: Central Research Institute for Agriculture.

Palupi, N. P. (2015). Analisis kemasaman tanah dan c organik tanah bervegetasi alang alang akibat pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing. Media Sains. 8(2): 182–188.

Petersen, R. G. (1994). Agricultural Field Experiments: Design and Analysis. New York: Marcel Dekker.

Pradiko, I., Farrasati, R., Rahutomo, S., Ginting, E. N., Candra, D. ., Krissetya, Y. A., & Mahendra, Y. S. (2020). Pengaruh Iklim Terhadap Dinamika Kelembaban Tanah di Piringan Pohon Tanaman Sawit. Warta PPKS, 25(1), 39–51.

Putri, N. E., Wahyu, Y., Sutjahjo, H. S., Trikoesoemaningtyas, Nur, A., Bayuardi Suwarno, W. B. (2022). Potensi Segregan Transgresif Berdaya Hasil Tinggi Pada Beberapa Kombinasi Persilangan Gandum (The Potential of High Yield Transgressive Segregants in Several Wheat Cross Combinations). Jurnal Agroteknologi. 12(2): 81–90.

Puja, I. N., & Atmaja, I. W. D. (2018). Kajian status kesuburan tanah untuk menentukan pemupukan spesifik lokasi tanaman padi. Agrotrop. 8(1): 1–10.

Pusat Data dan Sistem Informasi pertanian (Pusdatin). (2021). Buletin Konsumsi Pangan. (Vol. 12, Issue 1). Jakarta.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin). (2022). Buletin Konsumsi Pangan (Vol. 13, Issue 1). Jakarta.

Santoso, A. B. (2016). Pengaruh perubahan iklim terhadap produksi tanaman pangan di provinsi maluku. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 35(1): 29. https://doi.org/10.21082/jpptp.v35n1.2016.p29-38.

Siregar, K. A., Alfiah, L. N., & Muzafri, A. (2022). Pengaruh pomi dan npk 16.16.16 terhadap pertumbuhan produksi tanaman kedelai (glycine max l.). Jurnal Sungkai. 10(2): 80–95.

Suhartinah, Gatut W. A. S., Purwanto, A. T. (2012). Adaptabilitas Galur Harapan Kedelai Toleran Kondisi Tanah Jenuh Air. Zuriat. 23(2).

Sukmasari, M. D., Wijaya, A. A., Dani, U., & Waluyo, B. (2017). Respon sembilan varietas kedelai (Glycine max L. (merril)) yang ditanam pada kondisi jenuh air. Jurnal AGRONOMIXA. 12(2): 87–91.

Sukmasari, M. D., Wijaya, A. A., & Sidik, A. (2022). Pemanfaatan lahan suboptimal di Majalengka dalam peningkatan produktifitas kedelai melalui teknologi kultivar dan pupuk hayati. AGROMIX. 13(2): 201–208.

Sukmasari, M. D., Wijaya, A. A., & Nugraha, D. R. (2022). Adaptasi pertumbuhan kedelai pada penanaman musim hujan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1), 45–54.

Sulistyowati, Poerwoko, M. S., & Haryadi, N. T. (2015). Keragaman 17 genotipe kedelai ( glycine max ( l .) Merril ) generasi f2 untuk seleksi ketahanan terhadap ulat grayak ( spodoptera litura ). Berkala Ilmiah Pertanian, 1(1), 1–6.

Sundari, T., & Nugrahaeni, N. (2016). Interaksi genotipe x lingkungan dan stabilitas karakter agronomi kedelai (glycine max (l.) Merril). Jurnal Biologi Indonesia. 12(2): 231–240.

Syach, A. M., Nurhayati, N., Assabiqi, F. A., Natasha, F., Taufikurahman, T., & Astutiningsih, N. T. (2019). Model Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai ( Glycine max L.). Repository Tugas Akhir SITH-ITB. 1(1): 1–9.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant physiology and development (6th ed.). Sinauer Associates, Inc. Publishers.

Terryana, R. T., Safina, N. D., Suryani, Nugroho, K., & Lestari, P. (2020). Jurnal ilmu - ilmu hayati. Berita Biologi LIPI. 19(3): 451–4466.

Widiastuti, E., & Latifah, E. (2016). Growth and Biomassa Soybean (Glycine max (L)) Varieties Performance in Paddy Field of Liquid Organic Fertilizer Application. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 90–97. https://doi.org/10.18343/jipi.21.2.90

Wijaya, A. A., & Sukmasari, M. D. (2022). Penampilan enam kultivar unggul kedelai pada berbagai jarak tanam yang berbeda untuk penanaman di musim hujan. AGRIVET: Jurnal ILmu Pertanian Dan Peternakan. 10: 90–96.

Yao, Y., Dai, Q., Gao, R., Gan, Y., & Yi, X. (2021). Effects of rainfall intensity on runoff and nutrient loss of gently sloping farmland in a karst area of SW China. PLoS ONE, 16(3): 1–18.https://doi.org/10.1371/journal.pone.0246505

Published

2025-12-30

How to Cite

Sukmasari, M. D., Wijaya, A. A., & Karmila, M. (2025). Respon Galur Harapan Kedelai Terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen Pada Penanaman Di Musim Hujan. Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 23(2), 102–112. https://doi.org/10.32528/agritrop.v23i2.4405

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.