Kombinasi Dosis NPK Dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L.) Pada Tanah Ultisol

Authors

  • Fetmi Silvina Universitas Riau
  • Hapsoh Universitas Riau
  • Jhon Pinter Agustinus Bulolo Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.32528/agritrop.v24i1.5747

Keywords:

Kedelai, NPK, Pupuk Hayati, Tanah Ultisol

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu tanaman pangan dari kelompok kacang-kacangan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Produktivitas kedelai di Provinsi Riau mengalami penurunan sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan tanah Ultisol dan pengelolaan pemupukan yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis NPK dan frekuensi aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah Ultisol, memperoleh kombinasi perlakuan yang mendukung pertumbuhan dan hasil kedelai, serta mengurangi penggunaan pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas kombinasi dosis NPK 0%, 50%, 75%, dan 100% dengan frekuensi aplikasi pupuk hayati 3 dan 4 kali, sedangkan perlakuan 100% NPK tanpa pupuk hayati digunakan sebagai pembanding. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun trifoliate, persentase bintil akar efektif, diameter batang, umur panen, jumlah polong bernas, berat biji per tanaman, dan berat kering 100 biji. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 50% dan 75% NPK yang dikombinasikan dengan aplikasi pupuk hayati sebanyak 3 dan 4 kali tidak berbeda nyata dibandingkan dengan pemberian 100% NPK pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Kombinasi tersebut berpotensi mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25–50% tanpa menurunkan pertumbuhan dan hasil kedelai secara nyata.

References

Abeje, A., et al. (2021). Nodulation, growth, and yield of soybean as affected by bio-, organic, and inorganic NPSB fertilizers, and lime. International Journal of Agronomy, 2021, 1285809. https://doi.org/10.1155/2021/1285809

Afrina, N. Y., & Frisella, E. (2024). Pengaruh konsentrasi dan interval waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Jurnal Agrida: Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(2), 57-62. https://doi.org/10.55616/agrida.v4i2.878.

Andayanie, W. R. (2016). Pengembangan Produksi Kedelai Sebagai Upaya Kemandirian Pangan di Indonesia. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pertanian kementerian Pertanian. (2023). Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tahun (2023). https://dpkp.jogjaprov.go.id/upload/files/benih. Diakses tanggal 30 April 2025.

Fuady, Z., Mawardi, & Melizawati. (2015). Teknik pengendalian gulma dan pengelolaan tanah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 12(3), 81-89.

Hapsoh, Dini, I. R., & Febrianti, B. (2023). Kombinasi pupuk N, P, K dengan frekuensi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Jurnal Agrium, 20(1), 26-34. https://doi.org/10.29103/agrium.v20i1.10623.

Hapsoh, Dini, I. R., Wawan, & Andry, Z. (2020a). Effect of giving several formulations of biological fertilizers based on organic liquid waste on growth and production of soybean (Glycine max (L.) Merill) on peat soil medium. ICMR (International Conference on Multidisciplinary Research), 149-158. https://doi.org/10.5220/0008883401490158.

Hapsoh, Wardati, & Hairunisa. (2019). Pengaruh pemberian kompos dan pupuk NPK terhadap produktivitas kedelai (Glycine max (L.) Merril). Jurnal Agron. Indonesia, 47(2), 149-155. https://dx.doi.org/10.24831/jai.v47i2.25794.

Hapsoh, Wawan, & Dini, I. R. (2016). Pemberian Pupuk Organik dengan Teknologi Mikrobiologi Mendukung Pertanian Terpadu Berkelanjutan Berbasis Tanaman Pangan pada Lahan Gambut. Laporan Akhir Hibah Kompetensi LPPM. Universitas Riau. Pekanbaru.

Hapsoh, Wawan., Dini I. R., & Sari, D. R. (2020b). Growth and result of gogo rice plants (Oryza sativa L.) with a few applications of biofertilizers based on organic liquid waste in peat soil medium. International Journal of Scientific and Technology Research, 9(2), 1545-1552. https://doi.org/10.29103/agrium.v21i1.15687

Harahap, A. T. S., Lubis, I., & Palupi, E. R. (2024). Pengaruh dosis pupuk fosfor dan kalium terhadap produksi dan pertumbuhan kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Buletin Agrohorti, 12(3), 415-430. https://doi.org/10.29244/agrob.v12i3.51660.

Herdiyantoro, D., et al. (2022). Pemilihan teknik aplikasi dan dosis pupuk hayati pelarut kalium untuk meningkatkan serapan kalium dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah Inceptisols. Kultivasi, 21(1). https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i1.35781

Hidayah, N., Akmal, & Lestari, A. P. (2022). Pengaruh pupuk organik fermentasi padat terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian, 4(2). https://doi.org/10.22437/agroecotania.v4i2.20437

Johnson, R., et al. (2022). Potassium in plants: Growth regulation, signaling, and environmental stress tolerance. Plant Physiology and Biochemistry, 172, 56–69. https://doi.org/10.1016/j.plaphy.2022.01.001

Kalay, A. M., Hindersah, R., Irene, A. N., & Jamlean, M. (2020). Pemanfaatan pupuk hayati dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata). Jurnal Ilmu Pertanian, 32(2), 129-138.

Ngosong, C., et al. (2022). Inoculating plant growth-promoting bacteria and arbuscular mycorrhiza fungi modulates rhizosphere acid phosphatase and nodulation activities and enhances the productivity of soybean. Frontiers in Plant Science, 13, 934339. https://doi.org/10.3389/fpls.2022.934339

Nurdiana. (2022). Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Prenada Media.

Pratamaningsih, M. M., Diah, P. H., Erwinda, E., Rufaidah, Q. M., Muhammad, H., & Setiyo, P. (2024). Soil characteristics and management of Ultisols derived from claystones of Sumatra. Journal Trop Soils, 29(3), 115-125. https://doi.org/10.5400/jts.2024.v29i3.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2024). Buletin Konsumsi Pangan. Jakarta: Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Ramdan, E. P., Erdiandini, I., Windriyati, R. D. H., Chusniasih, D., Istiadi, K. A., Suryanti, E., & Wati, C. (2023). Mikrobiologi Pertanian. Bogor: Yayasan Kita Menulis.

Rina, A., & Auzia, A. (2023). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Tanjung Pati: Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Roswy, Z. B., & Sudiarso. (2022). Pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Produksi Tanaman, 10(1), 60-68. http://dx.doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.01.08.

Setiaji, A., Annisa, R. R. R., & Rahmandhias, D. T. (2023). Bakteri Bacillus sebagai agen kontrol hayati dan biostimulan tanaman. Rekayasa, 16(1), 96-106. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v16i1.17207.

Souza, L. A., & Tavares, R. (2021). Nitrogen and stem development: A puzzle still to be solved. Frontiers in Plant Science, 12, 630587. https://doi.org/10.3389/fpls.2021.630587

Tioner, P., Ningsih, H., Purwaningsih, P., Junaedi, A. S., Gunawan, B., Junairiah, J., & Arsi, A. (2021). Tanah dan Nutrisi Tanaman. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Wulandari, Y., Respatie, D. W., & Alam, T. (2023). Pengaruh kombinasi pupuk NPK dan vinasse diperkaya mikroba terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L. Merrill). Vegetalika, 12(3), 198-210. https://doi.org/10.22146/veg.78636.

Xu, Z., Lei, Z., Junjie, L., Zongzuan, S., Zhuxiu, L., Haidong, G., Xiaojing, H., Zhenhua, Y., Yansheng, L., Jian, J., & Guanghua W. (2025). Biofertilizers enhance soil fertility and crop yields through microbial community modulation. Agronomy, 15(15), 1-20. https://doi.org/10.3390/agronomy15071572.

Published

2026-06-30

How to Cite

Silvina, F., Hapsoh, H., & Bulolo, J. P. A. (2026). Kombinasi Dosis NPK Dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L.) Pada Tanah Ultisol. Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 24(1), 20–31. https://doi.org/10.32528/agritrop.v24i1.5747

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.