Metode Penyadaran Nurani dalam Pendidikan Islam Persepektif Buya Hamka
DOI:
https://doi.org/10.32528/tarlim.v9i2.5718Keywords:
Buya Hamka; Penyadaran Nurani; Pendidikan Islam; Tazkiyatun Nafs; Pembentukan KarakterAbstract
Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena krisis moral yang terus melanda dunia pendidikan Islam, di mana terjadi jurang yang semakin lebar antara pengetahuan keagamaan yang dikuasai peserta didik dengan perilaku nyata mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis metode penyadaran nurani (tarbiyah al-wijdan) dalam pendidikan Islam sebagaimana dirumuskan oleh Buya Hamka, ulama dan cendekiawan besar Indonesia abad ke-20. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), bersumber dari karya-karya pokok Hamka seperti Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, dan Tafsir Al-Azhar, yang diperkaya oleh referensi sekunder berupa jurnal dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga metode utama: pertama, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai pondasi moral pendidikan; kedua, penyelarasan akal di bawah tuntunan wahyu sebagai jembatan antara rasionalitas dan spiritualitas; ketiga, pembiasaan ibadah yang berlandaskan keikhlasan sebagai sarana transformasi batin yang berkelanjutan. Hamka meyakini bahwa pendidikan yang sesungguhnya mesti mampu menembus lapisan terdalam kesadaran manusia agar kebaikan moral tumbuh organik dari dalam, bukan sekadar dibebankan dari luar. Temuan ini mempertegas bahwa pemikiran pendidikan Hamka menawarkan kerangka yang berpijak pada spiritualitas dan amat relevan untuk merespons krisis karakter dalam pendidikan Islam kontemporer.
References
Alfian, M. (2019). Pemikiran pendidikan Islam Buya HAMKA. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 19(2), 89–98. https://doi.org/10.32939/islamika.v19i02.454
Azizah, M., & Fauzi. (2022). Pendidikan karakter dalam pembaruan pendidikan Islam: Studi atas pemikiran Azyumardi Azra. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(03), 759–778. https://doi.org/10.30868/ei.v11i03.2559
Azra, A. (2008). Hamka dan urgensi pendidikan akhlaq. Dalam S. Nizar (Ed.), Memperbincangkan dinamika intelektual dan pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam (hlm. 1–15). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Fajrussalam, H., Nuraini, F. D., Putri, H. I., & Devi, R. (2023). Peran pendidikan aqidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(3). https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i3.14655
Ghofar, A., Abubakar, U., & Azhar, M. (2018). Tazkiyatun nafs as a strength base of teacher personality competency. Proceedings of the 1st International Conference on Islamic Education (ICIE 2018), 261, 1–10. https://doi.org/10.2991/icie-18.2018.1
Hamka. (2014). Tafsir Al-Azhar (Jilid 1–9). Jakarta: Gema Insani.
Hamka. (2015). Falsafah hidup: Memecahkan rahasia kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Jakarta: Republika Penerbit.
Hamka. (2015). Lembaga hidup. Jakarta: Republika Penerbit.
Hamka. (2015). Tasawuf modern: Bahagia itu dekat dengan kita; ada di dalam diri kita. Jakarta: Republika Penerbit.
Hamka. (2016). Lembaga budi. Jakarta: Republika Penerbit.
Hamka. (2017). Lembaga hidup (Cetakan ulang). Jakarta: Republika Penerbit.
Hasyim, M. (2022). Pendidikan karakter holistik di era disrupsi: Mengintegrasikan konsep tazkiyatun nafs Imam Al-Ghazali. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 11(1), 113–120. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v11i1.1748
Mursalin, M., Taufik, T., & Aslamiah, A. (2022). Aspek tazkiyatun nafs dalam kurikulum mata pelajaran pendidikan agama Islam. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2), 147–164. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i2.6779
Musrifah. (2019). The relevance of Al-Ghazali's tazkiyatun nafs concept with Islamic education in the millennial era. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 1–26. https://doi.org/10.21580/nw.2019.13.1.586
Nizar, S. (2008). Memperbincangkan dinamika intelektual dan pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nizar, S., & Ramayulis. (2015). Ensiklopedi tokoh pendidikan Islam. Ciputat: Quantum Teaching.
Nurhasanah, F., Ibnudin, I., & Syathori, A. (2023). Konsep pendidikan menurut Buya Hamka dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Islamic Pedagogia: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1). https://doi.org/10.35194/islamicpedagogia.v3i1.108
Purwadi, N. R. S., Huda, H., & Tamami, B. (2026). Peran Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengoptimalkan Nilai Akidah Akhlak Untuk Pendidikan Moral Siswa Kelas Iii Di Mima 01 Kh Shiddiq Jember. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(02), 164-178. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.50363
Purwanto, R. (2023). Perbandingan konsep tazkiyatun nafs antara Ibnu Taimiyah dan Said Hawwa dan relevansinya dengan pendidikan karakter. Bandung Conference Series: Islamic Education, 2(3), 631–635. https://doi.org/10.29313/bcrie.v2i3.1476
Rofi, A. (2019). Pendidikan karakter dengan pendekatan tasawuf modern Hamka dan transformatif kontemporer. Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 11(2), 352–369. https://doi.org/10.30821/intiqad.v11i2.4960
Rusydi, I. (2019). Tasawuf Hamka dan relevansinya bagi kehidupan modern. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 43(1), 1–22. https://doi.org/10.30821/miqot.v43i1.601
Sulhan, M., & Latipah, E. (2022). Refleksi nafs dalam kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha: Analisis Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(2), 198–210. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i2.932
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Ya
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Muhajir Darwis, Nur Afifah Thohiroh, Nabila Martha Riska, Aisah, Fika Safitri, Novia Salwita, Muhammad Rafizal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




