Metode Penyadaran Nurani dalam Pendidikan Islam Persepektif Buya Hamka

Authors

  • Muhajir Darwis IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Nur Afifah Thohiroh IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Nabila Martha Riska IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Aisah IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Fika Safitri IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Novia Salwita IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Muhammad Rafizal IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.32528/tarlim.v9i2.5718

Keywords:

Buya Hamka; Penyadaran Nurani; Pendidikan Islam; Tazkiyatun Nafs; Pembentukan Karakter

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena krisis moral yang terus melanda dunia pendidikan Islam, di mana terjadi jurang yang semakin lebar antara pengetahuan keagamaan yang dikuasai peserta didik dengan perilaku nyata mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis metode penyadaran nurani (tarbiyah al-wijdan) dalam pendidikan Islam sebagaimana dirumuskan oleh Buya Hamka, ulama dan cendekiawan besar Indonesia abad ke-20. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), bersumber dari karya-karya pokok Hamka seperti Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, dan Tafsir Al-Azhar, yang diperkaya oleh referensi sekunder berupa jurnal dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga metode utama: pertama, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai pondasi moral pendidikan; kedua, penyelarasan akal di bawah tuntunan wahyu sebagai jembatan antara rasionalitas dan spiritualitas; ketiga, pembiasaan ibadah yang berlandaskan keikhlasan sebagai sarana transformasi batin yang berkelanjutan. Hamka meyakini bahwa pendidikan yang sesungguhnya mesti mampu menembus lapisan terdalam kesadaran manusia agar kebaikan moral tumbuh organik dari dalam, bukan sekadar dibebankan dari luar. Temuan ini mempertegas bahwa pemikiran pendidikan Hamka menawarkan kerangka yang berpijak pada spiritualitas dan amat relevan untuk merespons krisis karakter dalam pendidikan Islam kontemporer.

References

Alfian, M. (2019). Pemikiran pendidikan Islam Buya HAMKA. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 19(2), 89–98. https://doi.org/10.32939/islamika.v19i02.454

Azizah, M., & Fauzi. (2022). Pendidikan karakter dalam pembaruan pendidikan Islam: Studi atas pemikiran Azyumardi Azra. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(03), 759–778. https://doi.org/10.30868/ei.v11i03.2559

Azra, A. (2008). Hamka dan urgensi pendidikan akhlaq. Dalam S. Nizar (Ed.), Memperbincangkan dinamika intelektual dan pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam (hlm. 1–15). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Fajrussalam, H., Nuraini, F. D., Putri, H. I., & Devi, R. (2023). Peran pendidikan aqidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(3). https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i3.14655

Ghofar, A., Abubakar, U., & Azhar, M. (2018). Tazkiyatun nafs as a strength base of teacher personality competency. Proceedings of the 1st International Conference on Islamic Education (ICIE 2018), 261, 1–10. https://doi.org/10.2991/icie-18.2018.1

Hamka. (2014). Tafsir Al-Azhar (Jilid 1–9). Jakarta: Gema Insani.

Hamka. (2015). Falsafah hidup: Memecahkan rahasia kehidupan berdasarkan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Jakarta: Republika Penerbit.

Hamka. (2015). Lembaga hidup. Jakarta: Republika Penerbit.

Hamka. (2015). Tasawuf modern: Bahagia itu dekat dengan kita; ada di dalam diri kita. Jakarta: Republika Penerbit.

Hamka. (2016). Lembaga budi. Jakarta: Republika Penerbit.

Hamka. (2017). Lembaga hidup (Cetakan ulang). Jakarta: Republika Penerbit.

Hasyim, M. (2022). Pendidikan karakter holistik di era disrupsi: Mengintegrasikan konsep tazkiyatun nafs Imam Al-Ghazali. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 11(1), 113–120. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v11i1.1748

Mursalin, M., Taufik, T., & Aslamiah, A. (2022). Aspek tazkiyatun nafs dalam kurikulum mata pelajaran pendidikan agama Islam. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2), 147–164. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i2.6779

Musrifah. (2019). The relevance of Al-Ghazali's tazkiyatun nafs concept with Islamic education in the millennial era. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 1–26. https://doi.org/10.21580/nw.2019.13.1.586

Nizar, S. (2008). Memperbincangkan dinamika intelektual dan pemikiran Hamka tentang pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nizar, S., & Ramayulis. (2015). Ensiklopedi tokoh pendidikan Islam. Ciputat: Quantum Teaching.

Nurhasanah, F., Ibnudin, I., & Syathori, A. (2023). Konsep pendidikan menurut Buya Hamka dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Islamic Pedagogia: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1). https://doi.org/10.35194/islamicpedagogia.v3i1.108

Purwadi, N. R. S., Huda, H., & Tamami, B. (2026). Peran Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Mengoptimalkan Nilai Akidah Akhlak Untuk Pendidikan Moral Siswa Kelas Iii Di Mima 01 Kh Shiddiq Jember. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(02), 164-178. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.50363

Purwanto, R. (2023). Perbandingan konsep tazkiyatun nafs antara Ibnu Taimiyah dan Said Hawwa dan relevansinya dengan pendidikan karakter. Bandung Conference Series: Islamic Education, 2(3), 631–635. https://doi.org/10.29313/bcrie.v2i3.1476

Rofi, A. (2019). Pendidikan karakter dengan pendekatan tasawuf modern Hamka dan transformatif kontemporer. Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 11(2), 352–369. https://doi.org/10.30821/intiqad.v11i2.4960

Rusydi, I. (2019). Tasawuf Hamka dan relevansinya bagi kehidupan modern. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 43(1), 1–22. https://doi.org/10.30821/miqot.v43i1.601

Sulhan, M., & Latipah, E. (2022). Refleksi nafs dalam kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha: Analisis Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(2), 198–210. https://doi.org/10.52266/tadjid.v6i2.932

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Ya

Downloads

Published

2026-09-14

How to Cite

Muhajir Darwis, Nur Afifah Thohiroh, Nabila Martha Riska, Aisah, Fika Safitri, Novia Salwita, & Muhammad Rafizal. (2026). Metode Penyadaran Nurani dalam Pendidikan Islam Persepektif Buya Hamka. TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 9(2), 173 – 184. https://doi.org/10.32528/tarlim.v9i2.5718